KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KP2KKN Belum Berani Sebut Nama Politisi Busuk


detikNews – Selasa, 13 Januari 2004Semarang – Sekretaris KP2KKN yang juga Sekretaris Gerakan Tidak Pilih Politisi Busuk (GTPPB) Dwi Saputra SH mengatakan, pihaknya belum berani menyebut nama-nama politisi busuk. Pasalnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu di cek silang sebelum diumumkan.

”Kami berkeinginan bila sudah mengumumkan nama-nama bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga jika ada reaksi balik dari pihak yang masuk daftar nama politisi busuk, pihaknya tidak keteteran,” katanya kepada SM CyberNews, malam ini.

Dia mengakui, GTPPB yang terdiri dari sejumlah elemen masyarakat sudah siap bila menghadapi gugatan dari pihak yang namanya disebutkan. Kendati demikian, penyebutan nama-nama politisi busuk tidak akan terburu-buru, karena datanya harus matang.

Sebelumnya, salah seorang anggota gerakan tersebut, Boyamin menjanjikan akan mengumumkan nama-nama para politisi busuk. Dia juga mengatakan sudah mengantongi sejumlah nama.

”Tetapi setelah diadakan rapat GTPPB, penyebutan nama disepakati menunggu pengumuman daftar caleg dari KPU. Itupun harus dilakukan cek silang terlebih dahulu.”

Sejumlah nama calon legislatif yang telah diajukan ke KPU, beberapa waktu lalu dikembalikan karena persyaratan administrasinya belum lengkap. Hal itu memungkinkan jumlah caleg berkurang, seperti yang sudah terjadi di Kota Semarang.

”Makanya kami baru akan menyebut nama kalau mereka benar-benar masuk daftar caleg. Namun masih bisa elastis, artinya dapat diumumkan lebih awal juga dapat diumumkan agak terlambat,” ujar Dwi.

Aktivis LBH Semarang ini menambahkan, pihaknya memiliki kriteria yang digunakan untuk menilai seseorang sebagai politisi busuk. Yaitu orang yang bermental korup dan melakukan korupsi atau penjarah harta rakyat, pelanggar HAM, pelaku kejahatan lingkungan, pelaku kejahatan seksual, pengguna narkoba, pelaku pembohongan publik.

”Yang dimaksudkan pembohongan publik adalah mereka yang sering mengumbar janji, tetapi jarang ditepati.”

Sementara itu, Ketua Divisi Investigasi dan Monitoring KP2KKN Jateng Boyamin menyatakan, secara pribadi dirinya berkeinginan menyebutkan nama-nama para politisi busuk. Namun setelah mempertimbangkan berbagai hal, maka penyebutan nama ditunda untuk waktu yang belum bisa disebutkan. ”Ya hanya menunggu waktu yang tepat saja,” tandasnya.

Selain itu, pengumuman nama politisi busuk diharapkan tidak kontraproduktif. Artinya kalau sudah diumumkan, tidal menimbulkan reaksi yang kurang mendidik.

”Karena itu kemasannya juga dituntut lebih baik dan bisa dipahami oleh semua pihak. kami juga mengimbau, mereka yang sudah merasakan dirinya sebagai politisi sebaiknya tidak perlu melanjutkan pencelagen,” kata dia.

Sebagaimana diketahui sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam GTPPB adalah KP2KKN Jateng, FSBI Pusat, ORTAJA, Lespi, KPI Cabang Semarang, LRC KJHAM, FKS, KMPP, LBH Semarang, HMI FISIP Undip, Jari Simpul Semarang, Pattiro, Mak’s Solo, YP4K, YASBI, BEM Undip, KAMMI Semarang, Rumpun Karang, HMI Komisariat FH Undip, Pelopor Penguatan Rakyat, LP2I, BEM Unissul, BEM UWH, JPPA, JAMAS.

Enam Kriteria Politisi Busuk Versi GTPPB
1. Bermental korup dan melakukan korupsi atau penjarah harta rakyat
2. Pelaku pelanggar HAM
3. Pelaku kejahatan lingkungan
4. Pelaku kejahatan seksual
5. Pengguna narkoba
6. Pelaku pembohongan publik. (Toto W/Hasan/Cn08)

Sumber: detikcom ;  http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=general&y=cybernews|0|0|4|3842

19 Februari 2014 - Posted by | ARSIP BERITA LAMA KP2KKN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: