KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Terdakwa Dijerat Pasal Berlapis


SUARA MERDEKA – Rabu, 12 Februari 2014

  • Sidang Kasus Pemilu

PURWOREJO – Terdakwa kasus dugaan tindak pidana pemilu, Muslikhah (45), guru PNS yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo, dijerat pasal berlapis. Surat dakwaan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Nurcahya Wijaya dalam sidang perdana kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, kemarin.

Dua pasal dari Undang-undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif itu terdiri atas pasal 278 tentang Keterlibatan PNS dalam Kampanye dengan ancaman hukuman satu tahun kurungan dan denda Rp 12 juta serta pasal 301 dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara dan denda Rp 24 juta. Kedua pasal itu dirumuskan JPU dalam dakwaan alternatif.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Elizoncius Sianipar dengan dua hakim anggota Endi Nurindra Putra dan Dewi Perwitasari itu mendapat pengawalan cukup ketat dari aparat Polres Purworejo.

Penjagaan dilakukan karena ratusan warga Desa Kalijambe juga turut serta menghadiri sidang tersebut. Sidang kasus ini juga dipantau langsung Komisioner Bawaslu Jawa Tengah Teguh Purnomo, Panwaskab, dan sejumlah Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Delapan Saksi

Dalam dakwaannya, JPU menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar kedua pasal tersebut. Kasus itu bermula saat 14 Januari 2014 dilaksanakan Posyandu Balita dan Lansia di rumah terdakwa. Dalam kegiatan tersebut dibagikan paket berupa kacamata baca plus, biskuit makanan tambahan ASI yang dipaket dalam kantung plastik yang sudah ditempeli bahan kampanye berupa stiker dengan isi ajakan mencoblos Caleg DPR RI PDIP Dapil VI atas nama Inna Amania.

“Terdakwa yang merupakan seorang PNS memfasilitasi kegiatan kampanye. Sebelum kegiatan pembagian itu, tanggal 8 Januari 2014 terdakwa bersama kader PKK lainnya menerima kehadiran caleg Inna Amania untuk melakukan pengukuran kacamata. Hasil pengukuran kaca mata di­tulis dalam kartu bahan kampanye Inna Amania,” papar JPU Cahya.

Selain barang bukti berupa paket bungkusan itu, JPU juga menyajikan barang bukti berupa video hasil rekaman kegiatan tersebut. Dalam rekaman tersebut terlihat terdakwa merekam dan memantau kegiatan tersebut, termasuk terlihat barang bukti bungkusan paket.

Dalam persidangan tersebut, JPU menghadirkan delapan orang saksi. Terdiri dari Ketua Panwascam Bener, pelapor Basuki Rahmat, Kader PKK, warga penerima paket bantuan, dan serta salah seorang perangkat desa yang menyaksikan kegiatan tersebut. Majelis hakim sempat geram karena saksi dari kader PKK dan warga penerima berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Bahkan majelis hakim menduga keterangan yang disampaikan dalam persidangan kemarin sudah diskenario bersama-sama, terutama saat majelis hakim menggali informasi keterlibatan terdakwa dalam kegiatan tersebut.

Setelah pemeriksaan saksi secara maraton, majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang dan akan dilanjutkan hari ini, Rabu (12/2) dengan agenda memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk mengajukan saksi yang meringankan. Setelah itu dilanjutkan pembacaan tuntutan oleh JPU sebelum akhirnya majelis hakim menjatuhkan vonis. (H43-78,48)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/02/12/252273/Terdakwa-Dijerat-Pasal-Berlapis

12 Februari 2014 - Posted by | PURWOREJO

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: