KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Rakyat Menyeleksi Pemimpin


SUARA MERDEKA – Rabu, 05 Februari 2014

TAJUK RENCANA

Rakyatlah yang akhirnya menyeleksi para pemimpinnya. Pemunculan nama Tri Rismaharani, Wali Kota Surabaya bersaing dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam peta elektabilitas survei Political Communication Institute (Polcom), menunjukkan betapa sikap rakyat dipengaruhi oleh kiprah nyata pemimpinnya. Jokowi menunjukkan konsistensi tingkat keterpilihan dalam berbagai survei calon presiden, dan sekarang Risma mengikuti.

Polcom memaparkan, Risma dipilih oleh 19,1 persen responden. Ia disenangi responden karena dinilai berpengalaman dari segi pemerintahan, berkinerja nyata di masyarakat, dan senang blusukan. Tri Rismaharini dominan dikenal oleh kalangan ibu-ibu dan pemilih dewasa. Survei Polcom Institute digelar untuk mengukur siapa saja pesaing Jokowi. Hasilnya menunjukkan, nama-nama itu datang dari kelompok muda partai politik dan tokoh nonpartai.

Dengan tidak mengurangi orbit nama-nama lainnya, kemelejitan dua tokoh tersebut berakar dari performa nyata dalam pemerintahan. Rakyat tahu persis kiprah Jokowi semasa menjabat sebagai wali kota Surakarta, dan kini terkesan pada sepak terjang Risma dalam memimpin Surabaya. Keduanya bukan tipikal pemimpin yang suka berwacana dengan jargon-jargon politik, keberpihakan kepada rakyat ditunjukkan dengan menangani langsung persoalan.

Matra blusukan mungkin akan direspons oleh para pemimpin lain dengan mengatakan, ”Saya pun melakukan, dengan pola dan gaya saya sendiri”. Namun bukankah bisa dirasakan, kepemimpinan Jokowi dan Risma memang memberi nuansa atau ruh kedekatan ke persoalan rakyat, secara menyatu? Melihat, mendengar, dan menyimak secara langsung. Birokrasi yang cenderung lamban disederhanakan untuk tidak menjadi mata rantai yang rumit bertele-tele.

Kepemimpinan memang terkait dengan konteks kebutuhan, yang terkadang menjadi semacam tesis, antitesis, lalu sintesis. Jangan-jangan kebutuhan rakyat saat ini adalah pemimpin dengan model pendekatan langsung, setelah sekian lama merasakan suasana yang beku ”berjarak”. Pada sisi lain, apakah respons rakyat itu merupakan produk dari keberhasilan pembentukan opini pencitraan, sehingga gaya blusukan yang memenangi hegemoni pikiran?

Terlepas dari analisis apa pun tentang daya tarik ”gaya”, yang pasti rakyatlah penyeleksi elektabilitas nama-nama yang sekarang diapungkan dan mengapungkan diri sebagai calon presiden. Kita menangkap, Jokowi dan Risma mendapat angka tinggi dalam survei karena para pemilih berharap model-model kepemimpinan yang bergerak nyata dan solutif  bisa membawa perubahan yang dirasakan. Partisipasi publik pun akan mudah dibangkitkan.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/02/05/251496/Rakyat-Menyeleksi-Pemimpin

6 Februari 2014 - Posted by | ARTIKEL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: