KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mantan Kepala PT KAI Didakwa Korupsi


SUARA MERDEKA.com – Kamis, 06 Februari 2014

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Mantan Kepala PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daops) 6 Yogyakarta, Yayat Rustandi (53) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Yogyakarta, Kamis (6/2).

Yayat yang kini menjabat Sekretaris PT KAI didakwa terlibat kasus korupsi kegiatan penataan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta tahun anggaran 2008-2009 senilai Rp 1,9 miliar. Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY menyebutkan, temuan kerugian negara dalam proyek ini sebesar Rp 64,9 juta. Selain Yayat, jaksa juga mengajukan David Sianturi (61), Direktur Utama PT Daya Hasta Multi Perkasa Jakarta sebagai terdakwa dalam kasus ini.

Dalam sidang terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anto D Holyman menyatakan keduanya dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 UU no 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU no 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Terdakwa bersama-sama dengan David Sianturi telah melakukan atau turut serta memperkaya diri sendiri, atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara,” kata Anto.

Dalam dakwaannya, dia menguraikan salah satu unsur melawan hukum lantaran terdakwa Yayat mengeluarkan disposisi pelaksanaan prakualifikasi dengan metode lelang terbatas. Padahal sesuai PP no 29/2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, lelang terbatas hanya dibolehkan untuk pekerjaan tertentu.

Sedangkan proyek penataan Stasiun Lempuyangan ini dinilai oleh jaksa, bukan termasuk dalam kategori pekerjaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam peraturan tersebut. Proyek itu sendiri meliputi 6 macam pekerjaan yakni persiapan, bangunan hall, ruang loket, area parkir, bangunan pujasera, dan kamar mandi.

“Terdakwa mengeluarkan disposisi itu berdasar surat usulan dari ketua panitia lelang tertanggal 6 November 2008,” terang Anto.

Selain penyimpangan prosedur lelang, tim jaksa juga menemukan unsur penyelewengan lain karena terdakwa menyetujui pembayaran upah bagi rekanan dengan nominal melebihi prestasi pekerjaan. Setelah dilakukan audit, BPKP menemukan realisasi fisik dan kualitas pekerjaan yang lebih rendah. Namun David selaku rekanan tetap menerima pembayaran sebesar Rp 64 juta.

Atas dakwaan itu, Yayat dan tim kuasa hukumnya akan mengajukan eksepsi. Menimbang permintaan itu, ketua majelis hakim , Soewarno memutuskan menunda sidang pada Kamis (13/2) pekan depan untuk agenda pembacaan nota keberatan.

( Amelia Hapsari / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2014/02/06/190033/Mantan-Kepala-PT-KAI-Didakwa-Korupsi

6 Februari 2014 - Posted by | JOGJA RAYA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: