KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kejaksaan Mulai Periksa Saksi Korupsi Proyek Pacuan Kuda


SUARA MERDEKA.com – Senin, 03 Februari 2014

AMBARAWA, suaramerdeka.com – Setelah menetapkan satu pejabat di Lingkungan Pemkab Semarang menjadi tersangka, Senin (3/2) Kejaksaan negeri Ambarawa mulai memeriksa saksi terkait dugaan korupsi proyek pacuan kuda di Desa Tegalwaton, Tengaran, Kabupaten Semarang.

Dalam hal ini, penyidik kejaksaan memanggil Kasi Obyek dan Destinasi Tujuan Wisata, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Semarang, Sri Errita untuk didengar keterangannya sebagai saksi. Tepatnya selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan tahap II lapangan pacuan kuda dan fasilitas pendukungnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambarawa, Sila H Pulungan, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Agus Darmawijaya menuturkan, yang bersangkutan dimintai keterangan terkait tugas dan kewenangannya sebagai PPTK mulai pukul 09.30 Wib hingga petang. “Lebih kurang ada 30 pertanyaan yang kita ajukan. Diantaranya berkaitan dengan tugas dan kewenangannnya selaku PPTK,” tuturnya.

Penyidik, lanjutnya, berencana akan memanggil saksi di luar pejabat atau staf Pemkab Semarang. Meliputi, rekanan atau kontraktor dalam hal ini pihak PT Duta Mas Harmoni dan PT Harmoni Internasional Teknologi serta PT Tegar Arta Kencana selaku penggarap fasilitas pendukung.

“Pekan ini, rencananya ada tujuh hingga delapan saksi yang kita panggil untuk dimintai keterangan. Kejaksaan juga akan mendatangkan ahli bangunan dalam rangka menguatkan dugaan penyimpangan spesifikasi bangunan dan ahli penghitungan kerugian negara guna menghitung nilai kerugian negara,” paparnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Ambarawa menetapkan seorang pejabat di lingkungan Pemkab Semarang, Ade Fajar, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek lapangan pacuan kuda lengkap dengan fasilitasnya di Desa Tegalwaton, Tengaran, Kabupaten Semarang. Dirinya merupakan pejabat pembuat komitmen proyek (PPKom) tersebut. Selain itu, dia yang kini bertugas di Kantor DPU itu, pernah menjabat sebagai Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Semarang.

Dari data Kejaksaan diketahui, pembangunan tahap II lapangan pacuan kuda lengkap dengan fasilitasnya itu menelan lebih kurang Rp 12 miliar, dibiayai dengan alokasi dana APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2012.

Dari nominal tersebut spesifikasi pembangunan fisik diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera di kontrak kerja. Hanya saja, sejauh ini kejaksaan belum menyimpulkan adanya unsur penyimpangan. Pasalnya penentuan penyimpangan harus dilakukan petugas pemeriksaan yang ahli fisik bangunan.

( Ranin Agung / CN38 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/02/03/189641

3 Februari 2014 - Posted by | UNGARAN - KAB. SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: