KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Puluhan Warga Tampingan Cukur Gundul


SUARA MERDEKA.com – Rabu, 08 Januari 2014

image

CUKUR GUNDUL: Puluhan warga Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo ramai-ramai cukur gundul massal untuk merayakan kebebasan Budi dan Munir. Mereka menilai ini sebagai kemenangan hukum adat. (Foto: MH Habib Shaleh/suaramerdeka.com)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Puluhan warga Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang melakukan cukur gundul massal di halaman rumah kepala desa. Aksi ini sebagai bentuk syukur atas kemenangan warga dalam sidang kasus pemotongan bambu di PN Kota Mungkid.

Warga mulai berkumpul di rumah Kepala Desa Tampingan M Heri Siswanto sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka duduk berjejer di atas kursi platik merah. Satu per satu warga dicukur. Awalnya hanya sebagian rambut saja yang dicukur.

Namun setelah jumlah warga yang berpartisipasi mencapai 30 orang, warga kemudian duduk berbaris dan dicukur masal. Seluruh rambut mereka dicukur habis sampai gundul.

Bahkan sejumlah warga yang kebetulan lewat ikut juga berbartisipasi. Mereka turun dari kendaraan dan langsung berbaur dengan warga lainnya untuk ikut cukur gundul.

“Ini sebagai bentuk rasa syukur kami atas vonis bebas Budi dan Munir. Mereka diseret ke meja hijau hanya karena persoalan sepele yakni memotong pohon tumbang. Namun kami menang,” kata Suyitno, salah satu warga.

Bagi warga Tampingan vonis bebas ini tidak hanya sekedar menandai kebebasan Misbahul Munir dan Budi Hermawan dari ancaman penjara namun juga kemenangan hukum adat Desa Tampingan.

Menurut warga di Desa Tampingan ada hukum adat bahwa jika sebuah pohon tumbang mengenai fasilitas umum ataupun mengenai rumah warga maka pemiliknya wajib memotongnya. Jika pun tidak, maka warga berhak untuk merapikannya demi kepentingan umum.

Untuk itu, warga menyambut pembebasan Budi dan Munir ini dengan suka cita. Selain mewujudkan khaul cukur gundul massal, warga juga memotong seekor kambing. Kambing itu ditulisi Miyanah, juragan bambu yang sudah melaporkan Budi dan Munir ke polisi.

Kades Tampingan M Heri Siswanto mencurigai sejak awal ada makelar kasus (markus) yang membuat masalah sepele ini berubah menjadi kasus besar di Magelang. Ia bahkan terang-terangan menuding ada kongkalikong antara oknum-oknum penegak hukum.

“Ini masalah sepele dadi gawe (masalah kecil jadi persoalan besar). Harusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan tak perlu sampai pengadilan. Sejak awal ada markus. Ada kongkalikong aparat penegak hukum,” beber dia sambil memotong gundul rambut warganya.

Untuk mencegah aksus serupa terulang, Heri berencana menyusun Perdes yang mengatur tentang penebangan pohon yang mengganggu kepentingan umum. Hal ini dinilai tak hanya sesuai hukum adat desa namun juga selaras dengan syariat agama Islam.

Ia mengaku pembentukan perdes ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia bahkan sudah melakukan pembicaraan awal dengan tokoh masyarakat, BPD, dan tokoh pemuda. “Akan kita rumuskan agar peristiwa serupa tidak terulang,” kata dia.

Heri juga menegaskan bahwa warga tengah mengkaji kemungkinan mengajukan tuntutan balik terhadap Miyanah. Juragan bambu itu akan dijerat dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan. Alasannya, pohon bambu miliknya merusak rumah warga namun dia enggan memotongnya. Selain itu, Miyanah dinilai mengganggu ketenangan warga dengan laporannya ke polisi.

Sementara itu, Munir mengaku bahwa dirinya merasa lega sudah bebas dari ancaman penjara. Ia ingin kembali menggeluti pekerjaannya sebagai butuh pembuat batu bata. Ia ingin hidup tenang membantu orang tuanya. “Saya lega tidak jadi dipenjara,” kata dia.

( MH Habib Shaleh / CN19 / JBSM )

9 Januari 2014 - Posted by | MUNGKID - KAB. MAGELANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: