KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Penyimpangan Anggaran 2013: Kendal Tertinggi, Batang Terendah


SUARA MERDEKA – Senin, 30 Desember 2013

SEMARANG- Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis penyimpangan anggaran pemerintah daerah saat memberikan keterangan pers dalam Catatan Akhir Tahun 2013 di Simpang Lima Residence, Jl KH Ahmad Dah­lan, Semarang, Minggu (29/12).

Mendasari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semester I tahun 2013, Ka­bu­paten Kendal menduduki rangking pertama atas  penyimpangan anggaran Rp 204,46 miliar de­ngan jumlah kasusnya 94.

Peringkat dua ditempati Kota Pekalogan sebesar Rp 60,98 miliar dengan jumlah kasus 84. Posisi tiga ditempati Kabupaten Boyo­lali dengan jumlah kasus 81 dan total penyimpangan Rp 36,78 miliar. Adapun, penyimpangan anggaran terendah atau urutan 35 ditempati Kabupaten Batang Rp 875,79 juta dengan jumlah kasus 73. Posisi 34 dan 33 secara berurutan ditemati Kabupaten Se­marang dan Purworejo.

Di Kabupaten Semarang, jumlah penyimpangan Rp 2,373 miliar dengan kasus 96. Untuk Purworejo, penyimpangan Rp 2,93 miliar dengan kasusnya 103. “Total penyimpangan ang­garan di Kendal Rp 204,46 miliar. Ini tertinggi se-Jawa Tengah,” kata Direktur Inves­tigasi dan Ad­vokasi Seknas Fitra, Uchok Sky Khadafi. Secara keseluruhan, BPK menemukan penyimpangan anggaran Rp 800.601.773.000 dengan 4.070 ka­sus. Dari jumlah ini, temuan penyimpangan anggaran pada level provinsi Rp 49,31 miliar dengan 382 kasus penyimpang­an.

Akibat Menumpuk

Sisanya pada level kabupaten/ kota, yakni penyimpangan anggaran Rp 751.281.973.000 dengan 3.688 kasus. Menurut Uchok, banyak kasus penyimpanan ini tidak ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Akibatnya, pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi tidak memiliki niat baik untuk menindaklanjuti hasil audit negara setiap tahunnya. “Ini berakibat pada menumpuknya kasus-kasus penyimpangan anggaran dari 2009 hingga 2013. Hasil audit ini  juga hanya dianggap sampah,” tandasnya.

Dijelaskan, alokasi dana hibah untuk 35 kabupaten/ kota sebesar Rp 1,3 triliun, sedangkan bantuan sosial (bansos) Rp 319,8 miliar. “Dari rangking kabupaten/ kota ini, ada 11 daerah yang total dana hibahnya Rp 123,1 miliar belum dipertanggungjawabkan. Selain itu ada tujuh daerah yang belum mempertanggungja­­wab­kan dana bansos Rp 30,2 miliar,” ungkapnya. Pada 2012, dana bansos untuk 35 kabupaten/ kota Rp 458,2 miliar dan realisasinya Rp 408 miliar.

Pada 2013, dana hibah untuk Provinsi Jateng Rp 3,9 triliun, dan dana bansos Rp 11,8 miliar. Pada 2012, dari dana hibah Rp 3,3 triliun, terealisasi Rp 3,1 triliun. Untuk dana bansos terealisasi Rp 7,5 miliar dari total alokasi Rp 7,7 miliar. (J17,H68-80)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/12/30/247854/Kendal-Tertinggi-Batang-Terendah

30 Desember 2013 - Posted by | BATANG, KENDAL, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: