KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pemkab Diminta Evaluasi Proses Lelang


SUARA MERDEKA – Sabtu, 16 November 2013

BATANG – Pemkab Batang segera mengevaluasi semua proses dan prosedur lelang yang ada. Banyaknya proyek yang terancam tidak selesai selama tahun 2013 menjadi pembelajaran agar tidak terulang lagi. Proyek yang terkendala itu sangat merugikan pembangunan.

”Pemkab perlu mengevaluasi proses lelang. Ini agar lelang dipastikan  menghasilkan pemenang dari rekanan yang kompeten dan layak,” tegas Ketua Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2), Pultoni, Jumat (15/11).

UPKP2 adalah lembaga resmi pengaduan masyarakat yang dibentuk Pemkab Batang untuk mengkritisi proses pembangunan.

Dia mengatakan, Pemkab sedang diuji ketegasannya dalam menghadapi rekanan terkait proyek-proyek pembangunan yang terancam gagal dilaksanakan pada 2013. Apalagi ada 69 kontrak kritis dan terancam tidak dapat selesai. Menurut Pultoni, proyek fisik menjadi salah satu barometer  keberhasilan Pemkab dalam melaksanakan pembangunan.

Tidak optimalnya proses pengerjaan infrastruktur yang telah direncanakan menunjukkan proses lelang belum berjalan dengan baik. Proses lelang yang dilakukan secara terbuka, lanjut dia, seharusnya menghasilkan rekanan yang memenuhi kualifikasi, sehingga dapat mengerjakan proyek dengan baik.

”Banyaknya proyek yang dikerjakan tidak sesuai waktu yang ditetapkan menjadi bukti masih lemahnya proses lelang yang dilaksanakan Pemkab,” katanya.

Selain itu, kata Pultoni, kondisi itu juga menunjukkan lemahnya pengawasan pelaksanaan proyek. Pemkab melalui dinas terkait harus mengawasi setiap tahapan proyek dan bertanggung jawab memastikan proyek dikerjakan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

”Proyek yang terancam tidak selesai juga menunjukkan lemahnya manajemen pengelolaan program oleh dinas. Banyak proyek terkonsentrasi pada akhir anggaran. Itu bukti kurangnya perencanaan,” tandasnya.

Ditambahkan, Pemkab harus tegas dalam memberi hukuman terhadap pelaksana proyek yang dianggap nakal. Termasuk memberi sanksi black list bagi rekanan yang tidak mampu menyelesaikan proyek.

Adapun Wakil Bupati Soetadi mengatakan, akan ada evaluasi terhadap pelaksaaan proyek fisik. Dia mencontohkan, ada kontraktor yang hasil pe­kerjaannya jelek, ternyata ikut dalam lelang kembali tahun berikutnya karena mereka tidak di-black list. (H56-49,15)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/11/16/243309/Pemkab-Diminta-Evaluasi-Proses-Lelang-

16 November 2013 - Posted by | BATANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: