KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

69 Proyek Terancam Tidak Selesai


SUARA MERDEKA – Jum’at, 15 November 2013

BATANG – Berdasarkan data laporan SKPD yang masuk ke bagian pengendalian pembangunan Sekda Batang, saat ini terdapat 69 paket proyek fisik yang mengalami kontrak kritis atau terancam tak selesai. Yang mengejutkan, kontrak kritis ini tersebar pada 10 SKPD di Pemkab Batang.

‘’Kontrak kritis pada beberapa paket dapat berpotensi mengakibatkan tidak selesainya paket pekerjaan pada tahun anggaran 2013,’’ ujar Sekda Batang Nasikhin dalam rakor evaluasi realisasi penyerapan anggaran dan progress fisik pelaksanaan kegiatan 2013, di Aula Pemkab Batang, Kamis (14/11).

Dia menjelaskan, kontrak kritis adalah kontrak proyek pekerjaan fisik konstruksi di mana progress pelaksanaan fisik di lapangan mengalami keterlambatan yang signifikan dengan angka deviasi minus melebihi batas toleransi.

69 paket kontrak kritis ini ada di Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (BMSDA) sebanyak 32 paket, Dinas Cipta Karya Tata Ruang Energi Sumber Daya Manusia (DCKTRESDM) 9 paket, RSUD 4 paket, Disdikpora 4 paket (1 paket rekanan sudah diputus kontrak, serta Dinas Kesehatan 5 paket.

Selain itu di Disperindagkop ada 4 paket, Dishubkominfo 2 paket, Dislutkan 2 paket, Dispertanak 5 paket penunjukan langsung dan BPPKB dua paket PL.

‘’Jika sampai proyek tidak terselesaikan, ini menyebabkan kerugian pihak pemilik proyek dalam hal ini Pemkab Batang serta masyarakat luas yang akan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan,’’ katanya. Dari hasil monitoring bagian pengendalian pembangunan Sekda Batang, ada beberapa sampel paket kontrak kritis.

Untuk Dinas BMSDA misalnya, pemeliharaan jalan Bandar- Tombo Kecamatan Bandar (kontrak habis 13 November, nilai proyek Rp 600,8 juta), pemeliharaan berkala jalan Bandar Simbang/Beji (akhir kontrak 29 Oktober, nilai proyek Rp 1,2 miliar), serta pemeliharaan berkala ruas jalan Suprapto Batang (akhir kontrak 31 Oktober, nilai proyek Rp 355 juta).

Untuk DCKTR ESDM adalah pembangunan tugu batas kota Kabupaten Batang-Kendal (akhir kontrak 27 November, nilai proyek Rp 1,42 miliar dan berpotensi tidak selesai sampai akhir tahun), penataan Alun-alun Batang (akhir kontrak 17 Desember, nilai proyek Rp 2,17 miliar), pembangunan kantor Kecamatan Banyuputih (akhir kontrak 4 Desember, nilai Rp 1,29 miliar), pengembangan kawasan wisata Bandar (akhir kontrak 2 Desember, nilai proyek Rp 2,51 miliar).

Hati-hati

Untuk RSUD Batang seperti pembangunan rawat inap (akhir kontrak 28 Desember, nilai proyek Rp 2,8 miliar). Untuk Dinkes proyek perbaikan puskesmas Batang II (akhir kontrak 14 November, nilai proyek Rp 349 juta). Untuk Disperindagkop, proyek perbaikan Pasar Bandar (akhir kontrak 4 Desember, nilai proyek Rp 2,06 miliar).

Untuk Dishubkominfo, proyek pembangunan dermaga pelabuhan (akhir kontrak 2 Desember, nilai proyek Rp 1,98 miliar). Wakil Bupati Soetadi mengaku prihatin dengan banyaknya kontrak kritis dalam pekerjaan fisik yang ada sekarang ini.

‘’Sebenarnya banyak program untuk diarahkan pada pembangunan dan kepentingan masyarakat. Namun ternyata dari rekanan kurang mendukung. Apa yang terjadi sudah masuk monitor tim Badan Pengawas Keuangan (BPK).

Ini merepotkan kalau ada temuan,’’katanya. Ditambahkan, SKPD harus proaktif ketika mengetahui proyek fisik mengalami keterlambatan. (H56-49,47)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/11/15/243162/69-Proyek-Terancam-Tidak-Selesai

15 November 2013 - Posted by | BATANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: