KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Warga Tuntut Transparansi


SUARA MERDEKA – Selasa, 10 September 2013
  • Praktik Galian C Desa Somosari

JEPARA – Karang taruna bersama warga Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jepara menutup palang pintu jalan desa untuk menghalangi truk-truk pengangkut galian C di area desa itu lewat, kemarin.

Aksi tersebut dilakukan tidak untuk menolak praktik galian C, tetapi untuk menuntut transparansi pengelolaan dana dari palang pintu setiap ada truk pengangkut lewat.

Aksi itu membuat beberapa dump truck berjajar di jalan desa itu karena tak bisa melintas. Kelompok paguyuban pengelola palang pintu dan penambang galian C bernegosiasi dengan warga. Terjadilah perang mulut antara sopir truk dan warga, karena pihak sopir tak terima kendaraannya digedor-gedor.

Meski demikian, hal itu tidak sampai merembet ke kontak fisik. Beberapa personel Kepolisian Sektor (Polsek) dan Camat Batealit Mahmud Hartono melerai kedua pihak. Camat pun mengimbau agar negosiasi dilakukan di Balai Desa Somosari yang  tak jauh dari palang pintu.

Fatkhul Abidi, warga RT 6 RW 1, anggota Karang Taruna, mengungkapkan, sebelum ada aksi kemarin, sepekan sebelumnya, Karang Taruna meminta kejelasan soal dana surat pertanggung jawaban (SPj) palang pintu yang dikelola Paguyuban Galian C. Tetapi, saat itu SPj yang diberikan tidak memuaskan. Akhirnya, Karang Taruna bersama warga memberi waktu sepekan untuk membuat SPj ulang.

“Apabila SPj belum dibuatkan paguyuban, bilang palang pintu masuk truk silakan ditutup,” tandasnya kepada wartawan.

Langkah penutupan palang pintu ditempuh, karena hingga kemarin SPj juga belum diterima Karang Taruna. Akhirnya Karang Taruna dibantu warga melakukan aksi penutupan palang pintu ke arah wilayah penambangan.

Pengaspalan Jalan

Dengan kondisi itu, akhirnya dicari solusi dalam negosiasi di Balai Desa. Negosiasi itu dipimpin Petinggi Desa Somosari Nur Ali, Camat Batealit Mahmud Hartono, Kapolsek Batealit Maryono, dan perwakilan Koramil Batealit Suyono. Suasana kondusif tampak dalam negosiasi itu.

Nur Ali menekankan, hasil rapat pengelolaan palang pintu masuk truk tidak lagi dikelola Paguyuban Galian C, tetapi kelompok Karang Taruna Somosari.

Para anggota Karang Taruna Somosari dan warga menerima SPj palang pintu sepuluh bulan sejak Oktober sampai Agustus oleh Paguyuban Galian C di Desa Somosari. Selain itu, juga ada kesepakatan untuk pengaspalan jalan di sepanjang jalan menuju ke lokasi galian C. Yaitu mulai Dukuh Somosari hingga Dukuh Tumpukan dengan jarak sekitar dua kilometer.

“SPj bisa diterima warga karena setelah dijelaskan truk yang lewat saat musim hujan lebih sedikit. Berbeda dari saat kemarau, sehingga tidak bisa disamakan dalam satu tahun,” ujarnya.

Saat kemarau dump truck yang beroperasi 104-130. Berbeda ketika musim hujan, di bawah seratus. Tiap dump truck saat masuk palang pintu ditarik Rp 15.000. “Jumlah itu peruntukannya Rp 5.000 paguyuban, Rp 5.000 kas desa, dan Rp 5.000 pajak,” imbuhnya. (H75-57,88)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/09/10/236346/Warga-Tuntut-Transparansi-

Iklan

10 September 2013 - Posted by | JEPARA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: