KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Proyek BAPERTARUM-PNS RP 14,3M Jadi “Bancaan” Mantan Bupati Pemalang dan Kroninya


MEDINAS – Kamis, 15 Maret 2012

PEMALANG – Kasus Badan  Pertimbangan  Tabungan  Perumahan Pegawai Negeri Sipil   (BAPERTARUM-PNS.red)  tahun  2004  lalu  nampaknya  bakal  dibuka  kembali,  dalam  kasus  itu  disebut-sebut  mantan  Bupati  Pemalang  terdahulu,  dan  para  pejabat  yang  masih  aktif  maupun  purna  bakal  dituntut  untuk  bertanggungjawab .  Benarkah ?Dugaan  korupsi  dan  penyalahgunaan  wewenang  para  pejabat  Kabupaten  Pemalang  dalam  kasus  dana  Ad  HOC  yang  diperuntukkan  untuk  pelaksanaan  pengembangan  pengadaan  perumahan melalui BAPERTARUM – PNS tahun  2004  yang  lalu  senilai  Rp 14,3  milyar  yang  pada  saat  itu di peti  eskan kini  dibuka  kembali  melalui  pemanggilan  beberapa  pejabat  ke  Kejaksaan  Negeri  Pemalang .

Kepala  Kejaksaan  Negeri  Pemalang  Sungarpin  SH . MH  melalui  Kasi  Intel  Slamet  Indra  Wijaya. SH  saat  ditemui  membenarkan  adanya  beberapa  pejabat  yang  dipanggil,  namun  pemanggilan  tersebut  hanyalah  bersifat  sementara  yaitu  diundang  untuk  menanyakan  persoalan  tersebut, sebab,  menurutnya  mereka  dianggap  tahu  akan  kasus  tersebut .

“ Mereka  hanya  diundang  dan  sebatas  pool  data  saja,  sementara  kasus  ini  akan  dipelajari  karena  ini  merupakan  kasus  lama, “  ujarnya .

DPRD  Kabupaten  Pemalang  yang  saat  itu  menyetujui  kesepakatan  pelepasan  tanah  eks  Kelurahan  Mulyoharjo  melalui  No . 172.1 / 11 / DPRD / 2004  tentu  harus  ikut  bertanggungjawab,  namun  anggota  DPRD  yang  saat  itu  mengetahui  hal  itu  ketika  dikonfirmasi  memilih  bungkam,  bahkan  Drs  Martono  dengan  nada  enteng  “  Saya  sudah  lupa  persoalan  itu,  “  tuturnya .

Dari  data  yang  diperoleh,  bahwa  program  BAPERTARUM lahir  dari  melalui  tiga  Surat  Keputusan  ( SK ) Bupati  Pemalang  yang  dibuat  dengan  maksud  dan  tujuan  yang  sama  meskipun  nomor  registrasi  berbeda  menyebutkan,  bahwa  pertama  :  SK  Bupati  No. 050 / 432. B  kedua  No. 050 / 977 / Bpp,  dan  yang  ketiga  SK  Bupati  No. 050 / 432. B1 / Bpp .

Dari  SK  Bupati  No. 050 / 977 / Bpp  menyebutkan  bahwa  dari  paparan  yang  sudah  dihasilkan  dua  calon  pengembang  pembangunan  perumahan  PNS  Kabupaten  Pemalang  Yaitu  PT  Marino  Putra  Perkasa dan  PT  Bukit  Panggarit,  namun  dari  keputusan  tersebut  Bupati  memutuskan  menunjuk  dan  memerintahkan  kepada  PT  Marino  Putra  Perkasa  yang  beralamatkan  di jalan  Panorama  Kaveling .  No . 23  Bugel  Sidorejo  Salatiga,  Jawa  Tengah .

Dalam  penunjukan  tersebut  PT. Marino Putra Perkasa ditunjuk  untuk  mengerjakan  proyek  perumahan  menggunakan  eks  tanah  bengkok  (Harta Desa.red)  dengan  luas  kurang  lebih  130.650  M2  di lokasi  jalan  Sulawesi  Kelurahan  Mulyoharjo  Kecamatan  Pemalang  yang  berjumlah  710  unit  dengan  harga  maksimal  Rp 36.000.000  per  unitnya .

Ada  yang  janggal  dalam  penunjukan  pemenang  proyek  itu  passalnya,  dalam  rapat  melalui  tim  pengadaan  dan  pembangunan  perumahan  awalnya  menghasilkan  PT  Bukit  Panggarit  karena  PT  tersebut  dianggap  layak, tetapi  dalam  perjalanan  hingga  SK  Bupati  turun  proyek  tersebut  dimenangkan  PT  Marino  Putra  Perkasa  rupanya  Pemilik PT  tersebut  masih  kerabat  dekat  dengan  Mantan Bupati  Pemalang  H.M Machroes  SH.

Sebagai  pemimpin  kegiatan  pengadaan  tanah  bangunan  Kabupaten  Pemalang  tahun  2004  termasuk  program  pengadaan  tanah  eks Bengko Kelurahan  Mulyoharjo,  Drs  Rifqi  Jaya  MM  yang  saat  ini  menjabat  sebagai  Assisten  I  di lingkungan  Setda  terkesan  santai  ketika  ditanya  perihal  itu “ Saya  akan  datang  nanti  minggu  depan  ke  Kejaksaan  dan  saya  sudah  minta  ijin  untuk  menundanya, “  katanya .

BAGI – BAGI  FEE

Dari  data  yang  dihimpun  melalui  aktifis  LSM  yang  diberi  nama  “ Pemalang  Menggugat “  ( PM )  dengan  koordinator  Supriyadi  menyebutkan  dugaan  korupsi  dan  penyalahgunaan  wewenang  para  pejabat  Kabupaten  Pemalang  dalam  kasus  dana  Ad  Hoc  yang  diperuntukan  untuk  pelaksanaan  pengembangan  pengadaan  perumahan  melalui  BAPERTARUM  tahun  2004  segera  diperiksa  dengan  yang  bersangkutan  demi  tegaknya  supremasi  hukum .

Sangat  jelas,  terjadi  kesepakatan  komitmen  fee  dana  Ad  Hoc  tanggal  29  April  2005  amtara  HM  Machroes  SH  selaku  Bupati  Pemalang  dengan  Drs  Leonardo  Agung  SW  sebesar  5  persen  dari  total  nilai  proyek  Rp 14.368.000.000  sehingga  hasil  yang  didapatkan  Drs  Leonardo  Agung  SW  senilai  Rp 700.000.000,  bahkan  pencairan  yang  seharusnya  melalui  rekening  ke  pihak  II  yaitu  Drs  Leonardo  Agung  SW .

“ Hal  ini  jelas  merugikan  Negara  dan  sangat  bertentangan  dengan  UU  No. 20  tahun  2001  tentang  tindak  pidana  korupsi  terutama  pada  pasal  12  B  ayat  ( 1 )  tentang  Gratifikasi  “  tegasnya .

Ada  beberapa  poin  lagi  penyalahgunaan  dana  tersebut,  diantaranya,  uang  jaminan  dari  pengembang  PT  Marino  Putra  Perkasa  senilai  Rp 3, 5  milyar  yang  diberikan  kepada  Bupati  tidak  masuk  dalam  APBD,  dan  tanah  pengganti  ( Ruislag ),  jika  tanah  pengganti  tersebut  nilainya  lebih  murah  harus  diganti  2  kali  lipat  dari  luas  tanah  yang  dasar  tetapi  bukti  dilapangan,  tanah  pengganti  tersebut  luasnya  sama  persis  dengan  tanah  yang  dilepas,  bahkan  produktifitas  lahan  kurang  baik .

Hingga  kini,  proyek  BAPERTARUM di  jalan  Sulawesi  Kelurahan  Mulyoharjo  itu  memiliki  wajah  berbeda  dari  program  yang  disepakati  yaitu  untuk  perumahan  PNS  terutama  untuk  golongan  I  dan  II,  alih  fungsi  perumahan  PNS  kelas  bawah,  kini  menjadi  perumahan  para  pejabat  dan  perumahan  swasta  elit . (Gus/Run)

Sumber : http://medinas-group.blogspot.com/2012/03/proyek-bapertarum-pns-rp-143m-jadi.html

5 Juni 2013 - Posted by | PEMALANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: