KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Angie Juga Tersangka Suap Kemendikbud


SUARA MERDEKA – Kamis, 26 April 2012

 
  • Besok Diperiksa KPK
 
image

JAKARTA – Belum tuntas penyidikan kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games 2011, Angelina Sondakh sudah dijerat kasus lain.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Putri Indonesia 2001 itu sebagai tersangka suap proyek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Biro Humas KPK Johan Budi SP, Rabu (25/4), menjelaskan, dua tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan Angie disidik dalam satu berkas. Artinya, Angie akan menjalani satu proses persidangan untuk dua kasus tersebut.

’’Itu satu kasus (dengan Wisma Atlet). Jadi, dalam pengembangan kami juga menemukan tindak pidana korupsi terkait proyek Wisma Atlet di Kemenpora. Dari situ KPK menemukan data awal terkait pembahasan anggaran di Kemendiknas (sekarang Kemendikbud-red),’’ kata Johan kepada pers di kantor KPK, kemarin.

Dia menjelaskan, Angie diduga menerima imbalan terkait pembahasan anggaran di Kemendiknas. Hanya, Johan tak bersedia mengungkapkan anggaran dan nilai suap yang diterima Angie dengan alasan demi kepentingan penyidikan.

’’AS selaku anggota Komisi X DPR diduga juga menerima sesuatu terkait pembahasan anggaran di Kemendiknas,’’ ujar Johan. AS adalah inisial Angelina Sondakh yang lebih akrab disapa Angie.

Dia menambahkan, penggabungan beberapa kasus dalam satu berkas pernah dilakukan KPK. Misalnya dalam penyidikan kasus mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad. Empat tindak pidana korupsi yang dilakukan Mochtar disatukan dalam satu berkas penyidikan.

’’Kasus Mochtar ada beberapa perbuatan tindak pidana dibuat dalam satu berkas,’’ tambah Johan.

Kemarin, KPK mulai memeriksa sejumlah saksi untuk Angie dalam kasus Wisma Atlet. Ada lima saksi yang diperiksa, yakni Mindo Rosalina Manullang, Yulianis, Oktarina Furi, Luthfi, dan Dadang. Mereka seluruhnya dari Permai Group. Namun apa hasil pemeriksaan belum diketahui.

Lambat

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengakui, pihaknya agak lambat melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus suap Wisma Atlet dengan tersangka Angelina Sondakh. Namun dia mengklaim, hal tersebut merupakan bagian dari strategi penyidikan.

’’Ini termasuk teknik penyidikan sesuai karakteristik perkara, lihat saja perkembangannya,’’ kata Zulkarnaen.

Dia juga meminta dukungan moral dalam menangani kasus tersebut. ’’Beri dukungan moral supaya (penanganan) kasus ini cepat selesai,’’ ujarnya.

Johan menambahkan, terkait penyidikan Angie, KPK kemarin melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manullang, mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis, dan staf Keuangan Permai Group Oktarina Furi. Dua orang saksi lain adalah sopir Yulianis, Luthfi dan Dadang.

Johan mengatakan, Rosa tengah menjalani pemeriksaan. Namun dia belum dapat memastikan apakah Yulianis dan Oktarina juga diperiksa di kantor KPK. ’’Belum tahu saya, (pemeriksaan) di KPK apa di luar,’’ katanya. Yulianis sebelumnya diperiksa di Hotel Ritz-Charlton Jakarta ketika bersaksi untuk Muhammad Nazaruddin.

Dia menambahkan, KPK akan memeriksa Angie pada Jumat besok. ’’AS diperiksa sebagai tersangka hari Jumat,’’ ujar Johan.

Seperti diketahui, dalam dua perkara itu, Angie dijerat menggunakan Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 serta Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mengacu ketiga pasal itu, janda Adjie Massaid tersebut terancam dipidana dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sebelumnya, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Mindo Rosalina Manullang mengungkapkan bahwa Angie pernah meminta dana fee proyek Wisma Atlet lewat pembicaraan via BlackBerry Messenger (BBM). Sementara Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis, mengaku pernah meminta sopir perusahaan bernama Luthfi mengantarkan paket uang Rp 5 miliar untuk Angie dan anggota Komisi X DPR dari FPDIP, I Wayan Koster.

“Saya pernah ditelepon oleh Jefri. Kata Ibu Rosa (Mindo Rosa), itu staf Bu Angie, untuk penyerahan uang Rp 2 dan 3 miliar. Saya bilang ke Ibu Rosa waktu itu soal permintaan ini. Beliau (Rosa) setuju, baru uang itu keluar,” kata Yulianis saat bersaksi di sidang Nazaruddin.

Menurut Yulianis, uang itu satu paket untuk Angie dan Wayan Koster.

’’Tidak bisa dipisahkan. Angie 2 (miliar-red) dan 3 (miliar-red) untuk Wayan Koster. Jadi total ada lima (miliar-red), dua kali penyerahan,” jelas Yulianis.

Selama menjadi anggota DPR, Angie memang diliputi banyak kontroversi. Salah satunya adalah kenaikan jumlah harta hingga 10 kali lipat.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), politikus Partai Demokrat itu memiliki harta senilai Rp 6,155 miliar per 2010, naik 10 kali lipat dari hartanya pada 2003 senilai Rp 618 juta.

Rinciannya, pada 21 Juli 2010, Angie melaporkan harta tidak bergerak senilai total Rp 2,8 miliar yang terdiri atas sebidang tanah di Bandung, senilai Rp 2 miliar dan tanah serta bangunan di Jakarta seharga Rp 825 juta.

Pada 2003, harta tidak bergerak Angie hanya tanah dan bangunan di Tangerang senilai Rp 151 juta.

Untuk harta tidak bergerak, pada 2010, Angie melaporkan kepemilikan alat transportasi yang nilai totalnya Rp 1,184 miliar. Alat transportasi yang dilaporkan itu terdiri atas mobil BMW X5 tahun 2005 seharga Rp 630 juta, Honda CRV 2008 senilai Rp 174 juta, Toyota Kijang Innova 2008 seharga Rp 180 juta, BMW 2009 Rp 150 juta, dan Bombardier 2001 seharga Rp 50 juta.

Sedangkan pada 2003, kendaraan Angie hanya Rp 377,9 juta, terdiri atas Hyundai Trajet keluaran 2002 senilai Rp 209,5 juta dan Toyota Vios 2004 seharga Rp 168,4 juta.

Pada 2010, dia melaporkan harta bergerak lain berupa batu mulia senilai Rp 165 juta, surat berharga Rp 1,21 miliar ditambah 149 dolar AS, serta giro setara kas seharga Rp 770 juta dan 9.479 dolar AS.

Kasus suap Wisma Atlet terbongkar saat KPK menangkap tangan Sekretaris Menpora Wafid Muharram yang sedang menerima uang dari Mindo Rosalina Manullang dan Mohammad El Idris pada April 2011. Saat ini, ketiganya sudah berstatus sebagai terpidana. Wafid dihukum tiga tahun penjara, Rosa 2,5 tahun, dan Idris dua tahun. Sementara Nazaruddin kena empat tahun 10 bulan. (J13-43)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/26/184575/Angie-Juga-Tersangka-Suap-Kemendikbud

26 April 2012 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: