KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kejaksaan Dituding Tutupi Kasus Korupsi Bupati Karanganyar


KORAN TEMPO – SENIN, 09 APRIL 2012

 

SEMARANG – Lembaga anti-korupsi KP2KKN Jawa Tengah menuding Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menutupi keterlibatan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih dalam kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana subsidi perumahan 2007/2008 dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk proyek perumahan Griya Lawu Asri di Kabupaten Karanganyar.

Aktivis KP2KKN, Eko Haryanto, mengatakan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengelabui publik dengan menghentikan proses hukum Rina Iriani. “Kami menemukan dokumen hasil ekspose di Kejaksaan Agung yang mengharuskan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengusut tuntas kasus Rina dalam kasus korupsi proyek perumahan GLA,” kata Eko Haryanto kepada Tempo kemarin.

Dokumen itu merupakan hasil ekspose pada 7 Oktober 2010 di aula Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Ekspose itu dipimpin oleh Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Korupsi dan pejabat kejaksaan agung lainnya, Jaksa Tinggi Jawa Tengah, dan Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah saat itu adalah Salman Maryadi dengan asisten pidana khusus, Setia Untung Ari Muladi. Saat ini mereka ditugaskan di kejaksaan agung.

Hasil ekspose perkara itu dikeluarkan pada 13 Oktober 2010 lewat surat bernomor: R- 209/03/FD.1/10/2010. Dokumen ekspose dibuat Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung.

Dalam dokumen hasil ekspose, nama Rina Iriani disebut sebagai tersangka. Misalnya, diterangkan dalam posisi kasus dengan bunyi: “Tony Haryono sebagai pengawas koperasi serba usaha sejahtera bersama-sama tersangka, Rina Iriani, Handoko Mulyono, dan Fransiska Rianasari (masing-masing dituntut terpisah), pada Mei 2007 hingga Februari 2010, di kantor KSU Sejahtera telah menyalahgunakan dana subsidi perumahan 2007-2008 dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat.”

Pada 2007, Rina menunjuk KSU Sejahtera sebagai penerima bantuan perumahan senilai Rp 15 miliar dengan perincian bantuan pembangunan rumah 142 orang sebesar Rp 1,775 miliar dan bantuan subsidi perbaikan rumah 1.551 orang sebesar Rp 13,947 miliar.

Tapi, kenyataannya dana yang disalurkan hanya Rp 6,5 miliar dan Rp 1,5 miliar. Sisanya, Rp 6,9 miliar, digunakan tak sesuai dengan ketentuan, di antaranya untuk kepentingan Tony, Rp 1,2 miliar dan pembayaran utang oleh Rina sebesar Rp 285 juta.

Aksi pengelola KSU Sejahtera menggarong uang negara tak berhenti di situ. Pada 2008, koperasi kembali mengajukan bantuan ke Kementerian Perumahan Rakyat dan mendapat dana Rp 20 miliar. Jika ditambah sisa bantuan 2007 sebesar Rp 6,9 miliar, koperasi mengelola dana bantuan sebesar Rp 26,9 miliar. Tapi dana yang sesuai dengan peruntukan hanya Rp 7,2 miliar, sedangkan sisanya, Rp 18,6 miliar, disalahgunakan oleh pengelola koperasi. “Dana itu hanya bisa keluar atas persetujuan Tony Haryono dan Handoko Mulyono,” tulis dokumen ekspose.

Dana bantuan sebesar Rp 18,6 miliar itu dipakai, antara lain untuk keperluan Tony Haryono sebesar Rp 3 miliar serta dipakai Rina dan Tony sebesar Rp 10 miliar untuk pemenangan Rina Iriani dalam pemilihan Bupati Karanganyar. Selain itu, Rina memakai Rp 938 juta untuk biaya sehari-hari. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 20 miliar.

Eko mengatakan, dari nama yang disebut terlibat, hanya Rina Iriani yang belum diadili. Sedangkan Tony, Handoko, dan Fransisca sudah divonis bersalah dengan hukuman 2-5 tahun. Eko heran kenapa Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengeluarkan hasil ekspose yang ditujukan kepada Pejabat Kejaksaan Agung tapi tak menindaklanjuti hasil ekspose itu. “Ini aneh. Pasti ada ketidakberesan,” kata dia.

Sebelumnya Masyarakat Anti Korupsi mengajukan gugatan pra-peradilan atas keputusan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang tak juga memproses kasus Rina. Tapi saat itu hakim menolak gugatan itu dengan alasan proses hukum masih berjalan. Tempo belum berhasil meminta konfirmasi pejabat Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Telepon yang ditujukan ke juru bicara Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Eko Suwarni, juga tak diangkat. ROFIUDDIN

Sumber : http://koran.tempo.co/konten/2012/04/09/270430/Kejaksaan-Dituding-Tutupi-Kasus-Korupsi-Bupati-Karanganyar

9 April 2012 - Posted by | KARANGANYAR, KP2KKN DALAM BERITA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: