KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pemberantasan Korupsi: 47 Instansi Teken Pakta Integritas

SUARA MERDEKA CyberNews – Kamis, 18 Agustus 2011


Karanganyar, CyberNews. 
Sebanyak 47 instansi di lingkungan Pemkab Karanganyar berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Mereka meneken pakta integritas di Ruang Podang Setda Karanganyar, Kamis (18/8).

Kepala Inspektorat Daerah Karanganyar Agus Cipto Waluyo menerangkan instansi yang meneken pakta integritas mulai dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, dinas, kantor, badan, dan kantor kecamatan, serta BUMD.

Menurutnya, penandatangan pakta integritas mengacu Perpres No 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa dan Inpres No 9/2011 tentang rencana aksi pemberantasan korupsi.

“Dengan pakta integritas diharapkan semua instansi itu mampu bekerja profesional, mengutamakan kepentingan negara, tidak menyalahgunakan wewenang. Disamping itu menjadi teladan dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme,” kata Agus disela-sela penandatanganan.

Instansi tesbeut nantinya juga berkomitmen menjaga martabat dan menghindarkan diri dari perbuatan tercela, dan tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun. Total tujuh poin komitmen yang akan dilaksanakan para pejabat tersebut.

Penandatangan pakta integritas disaksikan Bupati Rina Iriani Sri Ratnaningsih. Kegiatan itu merupakan tindaklanjut  hal yang sama antara pemkab dengan BPKP Perwakilan Jateng di rumah dinas, beberapa waktu lalu.

Agus mengatakan, ke depan pakta integritas juga akan diterapkan pada seluruh sekolah negeri, kepala kelurahan, dan kepala desa di seluruh Karanganyar.

Opini WTP

Bupati Karanganyar Rina Iriani menegaskan, penandatangan pakta integritas merupakan bentuk komitmen pemkab untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Dengan langkah ini, ia berharap ke depan Karanganyar mendapatkan opini BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam hasil pemeriksaan laporan keuangan pemkab ke depan.

Di sisi lain, diharapkan para Kepala SKPD hingga Camat yang sudah menandatangani naskah kesepakatan komitmen tersebut dapat lebih bertanggung jawab dalam melaksnakan tugas.

“Ini sudah lama sekali saya inginkan dan akhirnya bisa terwujud. Ini juga sebagai bentuk pembenahan internal di lingkungan pemkab,” tutur Rina.

Sebagai tindak lanjut Rina pun meminta para pejabat tidak hanya sekedar menandatangani isi pakta integritas. Namun mematuhi dan melaksanakan seluruh isi pakta integritas yang sudah diteken.

Dia juga  berjanji akan menindak dengan tegas jika terjadi pelanggaran komitmen oleh pejabat. “Jangan sekali-sekali saling mengajak untuk melakukan pembohongan dan penyimpangan. Jika terbukti akan ada sanksi yang tegas.”

( Widodo Prasetyo / CN32 / JBSM )

18 Agustus 2011 Posted by | KARANGANYAR | Tinggalkan komentar

I Wayan Koster Tak Khawatir Lagi

KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011
KOMPAS.com/Caroline Damanik Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-P I Wayan Koster.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi X DPR RI I Wayan Koster menegaskan dirinya tak khawatir lagi terhadap nyanyian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin terkait keterlibatan dirinya dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games 2011. Koster berulang kali menunjukkan optimistismenya.

“(Saya) enggak ada kaitannya sama sekali,” ungkapnya di Gedung DPR RI, Kamis (18/8/2011).

Menurut Koster, dirinya pun tak khawatir lagi jika namanya kembali disebut-sebut oleh Nazaruddin dalam pemeriksaan di depan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Asalkan, lanjutnya, Nazaruddin menyerahkan bukti-bukti hukum yang mendukung. “Ya biar saja (nama saya) disebut-sebut. Enggak apa-apa,” tambahnya.

Politisi PDI-P ini sendiri mengatakan dirinya sudah diperiksa oleh internal DPP PDI-P. Dia diminta memberikan klarifikasi terhadap keterkaitannya dalam kasus ini. Koster, bersama politisi Demokrat Angelina Sondakh, memang disebut Nazaruddin sebagai pintu masuk uang pelicin (success fee) di DPR untuk seluruh anggota Panja SEA Games.

Dalam dakwaan terhadap mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, juga terungkap adanya rencana pembagian fee yang direncanakan bersama Nazaruddin kepada sejumlah pihak terkait proyek pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang dan gedung serba guna Sumatera Selatan. “(Jadi di partai) sudah clear,” tegasnya.

Koster juga menolak keterangan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis yang menyebut Koster dan Angie sebagai penghubung terdakwa Mindo Rosalina Manulang. Menurutnya, Yulianis tidak menyebutkan bahwa dirinya menjadi salah satu penghubung. Apalagi, sampai menerima jatah seperti yang disebut-sebut untuk disalurkan kepada anggota DPR.

“Enggak ada. Saya enggak tahu itu (anggota) DPR mana, yang jelas saya nggak dapat,” kilahnya.

Koster hanya berharap pemeriksaan Nazaruddin bisa berjalan lancar dan Nazaruddin dalam keadaan sehat dapat memberikan keterangan yang baik beserta dengan alat buktinya. Koster sendiri mengaku siap jika dipanggil KPK untuk diperiksa dan dimintai keterangan. “Siap, siap sekali. Siap lahir batin,” katanya.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

Di Video KPK, Nazar Tertawa di Pesawat

Nazaruddin Tertangkap
KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011
ICHA RASTIKA Komisi Pemberantasan Korupsi merilis foto dan video pemulangan Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games.

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (18/8/2011), merilis video dan foto-foto pemulangan Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap wisma atlet.

Ketua KPK Busyro Muqoddas mengungkapkan, langkah itu ditempuh KPK guna meluruskan opini “tak sedap” terkait proses pemulangan Nazaruddin. Seperti diberitakan, sejumlah kalangan mempertanyakan proses pemulangan Nazaruddin yang terkesan tertutup itu.

Ada juga yang menuding bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu dipukuli selama di dalam pesawat. “Agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang benar, lurus, obyektif, berbasis fakta,” kata Busyro.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, dalam video yang diputar KPK, Nazaruddin tampak santai selama berada di pesawat. Dia juga sempat terlihat tertawa. Foto-foto yang dirilis juga menunjukkan senyum Nazaruddin selama berada di pesawat.

Ditunjukkan pula gambar mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu tengah tertidur nyenyak di kursi pesawat, dikelilingi penyidik KPK. “Di pesawat, bahkan penyidik mengalah, tidak tidur,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan isi foto.

KPK juga memperlihatkan foto-foto Nazaruddin bersama tim penjemput sebelum naik pesawat. Mereka tampak berdoa bersama sejenak di Bandara Eldorado, Kolombia. “Terlihat enjoy dari bandara sebelum berangkat,” tambah Johan.

Kemudian diperlihatkan foto Nazaruddin sesaat sebelum keluar dari pesawat yang mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma. Nazaruddin tampak memakai jaket antipeluru. Juga foto-foto saat Nazaruddin menjalani pemeriksaan kesehatan dan identitas di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Setelah tertangkap di Cartagena, Kolombia, dan dipulangkan ke Indonesia, Nazaruddin mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sebelumnya anggota DPR itu buron selama hampir tiga bulan.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

PNS, Kerajaan Terburuk di Indonesia

KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011

 

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Pegawai negeri sipil adalah kerajaan terburuk di Indonesia. Kinerjanya dalam pelayanan publik buruk setiap tahunnya tetapi anggaran negara yang tersedot kepentingan mereka terus membengkak setiap tahunnya.

“Pegawai negeri adalah kerajaan terburuk di negeri ini. Dalam survei internasional tentang iklim investasi, ranking Indonesia berada di urutan ke-115. Pelayanan birokrasi kita tergolong paling buruk di dunia walaupun anggarannya naik terus setiap tahunnya,” kata Ekonom Didik J Rachbini, Kamis (18/8/2011).

Menurut Didik, tidak semua pegawai negeri sipil buruk. A da sejumlah lembaga yang mulai profesional seperti Bank Indonesia. Namun may oritas lembaga birokrasi, kinerjanya masih buruk.

Pada RAPBN 2012 yang total belanjanya Rp 1418,5 triliun, menurut Didik, belanja untuk keperluan p egawai negeri sipil yang meliputi belanja barang dan belanja pegawai, besarnya Rp 353 triliun. Hal ini tidak masuk akal dan menunjukkan rakusnya birokrasi pusat.

Hal sama, Didik melanjutkan, terjadi pada birokrasi di daerah. Transfer dana dari pusat ke daerah , mayoritas juga dihabiskan untuk kepentingan birokrasi seperti membangun gedung-gedung pemerintah. Modus serupa diperkirakan akan terjadi pada RAPBN 2012 di mana transfer ke daerah besarnya Rp 464,4 triliun.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

KPK Siap Usut Bukti Aliran Dana ke SBY

KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011 |
RUMGAPRES/ABROR RIZKI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Foto:

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi siap mengusut jika ada bukti yang menunjukkan adanya aliran dana terkait proyek wisma atlet yang mengalir kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau keluarganya.

Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/8/2011).

“Kalau ada alat buktinya, mengapa enggak?” kata Bibit. Dia ditanya kesiapan KPK jika Nazaruddin mengungkapkan dugaan aliran dana kepada Yudhoyono dan keluarga di hadapan penyidik KPK. Namun, Bibit menegaskan bahwa keterangan Nazaruddin itu belum dapat ditindaklanjuti tanpa ada alat bukti.

“Itukan baru keterangan sepihak,” kata Bibit.

Tersangka kasus dugaan suap wisma atlet, M Nazaruddin, mulai menyeret nama Presiden Yudhoyono. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu meminta Yudhoyono tidak mengganggu istri dan anak-anaknya. Sebagai gantinya, Nazaruddin akan bungkam soal partai ataupun soal lain yang mungkin terlibat kasus wisma atlet. Hal itu disampaikan Nazar seusai menjalani pemeriksaan di KPK hari ini.

Selain itu, Nazaruddin mengirim surat kepada Presiden Yudhoyono yang isinya senada dengan perkataannya itu. Sebelum tertangkap, Nazaruddin juga menuding sejumlah pihak terlibat proyek wisma atlet. Mulai dari anggota DPR, yakni Angelina Sondakh (asal Fraksi Partai Demokrat), Wayan Koster (Fraksi PDI-P), dan Mirwan Amir (Fraksi Partai Demokrat), hingga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Nazaruddin menuding Anas menerima uang dari proyek wisma atlet dan proyek Hambalang.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

Bambang Widjojanto Ungguli 7 Calon Lain

KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Bambang Widjojanto (tengah)
JAKARTA, KOMPAS.com — Bambang Widjojanto, advokat senior, menduduki posisi teratas pada daftar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang disampaikan Pansel KPK kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (18/8/2011).

Kombinasi penilaian Bambang pada aspek integritas, kepemimpinan, kompetensi, dan independensi mengalahkan tujuh calon lainnya, yaitu Yunus Husein, Abdulah Hehamahuwa, Handoyo Sudrajat, Abraham samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja, dan Ariyanto Sutadi.

Sementara itu, dua calon lainnya yang turut mengikuti tes wawancara mendalam, Egi Sutjiati dan Sayid Fadhil, tersingkir. Kombinasi nilai keduanya berada dalam urutan terbawah.

Anggota Pansel KPK, Rhenald Kasali, mengatakan, terdapat perbedaan nilai antara calon yang berada di urutan pertama hingga keempat dengan calon yang berada di urutan kelima hingga kedelapan.

“Perbedaannya bisa seperti langit dan bumi. Jadi, kalau (calon urutan) pertama hingga keempat, kita berani merekomendasikan. Tapi (calon urutan) kelima hingga kedelapan, ini karena kewajiban undang-undang. Jadi, kami harus memberikan delapan nama. Mohon tafsirkan ini dengan jelas,” kata Rhenald kepada para wartawan.

Pansel KPK mengatakan, sistem pemeringkat ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi DPR dalam melakukan uji kepatutan dan kelayakan.

Sementara itu, Presiden, seperti diungkapkan anggota Pansel KPK, Saldi Isra, mengatakan, sistem pemeringkat ini penjaga moral proses politik di DPR. Presiden mengakui, calon yang berada pada urutan pertama hingga keempat memang dikenal memiliki kredibilitas di mata masyarakat.

“Presiden juga meminta kami untuk tetap menjaga proses yang terjadi di DPR,” kata Saldi. Pansel KPK juga mengatakan, proses pemilihan calon pimpinan KPK bebas dari tekanan politik dan intevensi. “Saya jamin 100 persen tidak ada intervensi,” kata anggota Pansel KPK Ronny Nitibaskoro.

Pada kesempatan tersebut, Pansel juga mengatakan, Pansel tidak memilih orang yang akan memberikan beban kepada KPK sehingga lembaga antikorupsi tersebut tidak sibuk untuk membela dirinya sendiri.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

Jawaban KPK soal CD dan Flashdisk Nazaruddin

KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011
repro Metrotv Mantan bendahara umum Partai Demokrat Nazaruddin muncul ke publik melalui wawancara via jaringan skype dengan jurnalis warga, Iwan Piliang, Jumat (22/7/2011).

 

JAKARTA, KOMPAS.com  — Tersangka kasus dugaan suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, sempat menunjukkan CD dan flashdisk merek Sandisk yang diklaimnya sebagai bukti atas tudingan-tudingannya. Kedua benda itu diperlihatkan Nazaruddin dalam perbincangan jarak jauh antara dia dengan jurnalis independen, Iwan Piliang, ada saat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu dalam masa pelarian.

Nazaruddin mengklaim, CD yang ditunjukkannya itu berisi rekaman pertemuan Nazar dengan Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah. Sedangkan flashdisk dan laptop milik Nazaruddin, diduga berisi data sirkulasi keuangan Partai Demokrat dan proyek yang pernah ditangani Nazaruddin.

Namun, setelah tertangkap, keberadaan kedua benda beserta laptop Nazaruddin itu tak jelas. Benda-benda tersebut tidak ada dalam tas hitam milik M Nazaruddin yang isinya diperlihatkan KPK dalam jumpa pers pada Sabtu (13/8/2011), bertepatan dengan kepulangan Nazaruddin. Hal tersebut, lantas menimbulkan kecurigaan jika KPK sengaja menyembunyikan barang-barang itu.

Menjawab tudingan tersebut, Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan, pihaknya memperlihatkan isi tas hitam Nazaruddin itu apa adanya. Tas itu disegel selama dititipkan kepada Duta Besar Kolombia untuk RI, Michael Menufundu. Saat pembukaan tas di Kolombia pun, kata Jasin, disaksikan pihak KBRI.

“Pada saat diberikan ke tim KPK, tasnya dalam kondisi disegel, tas dibuka, di situ disaksikan (pihak KBRI), dicatat (isinya), setelahnya dibawa ke Indonesia, dibuka dihadapan publik,” papar Jasin.

Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto menambahkan, pihaknya akan mencari benda-benda itu dengan bertanya langsung kepada Nazaruddin. “Nanti kita tanya kepada Nazaruddin ‘Din, barang-barang lo ke mana yang lain Din?” kata Bibit.

Adapun Nazaruddin kini mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

Anggota DPRD Fakfak Kembalikan Mobil

Penggelembungan Anggaran
KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011
Kompas/Timbuktu Harthana Anggota DPRD Fakfak, Papua Barat, mendatangi kantor bupati setempat dan mengembalikan enam kunci mobil yang kini dipermasalahkan karena diduga terjadi penggelembungan anggaran pengadaannya, Kamis (18/8/2011).

FAKFAK, KOMPAS.com — Sebanyak 20 anggota DPRD Fakfak, Papua Barat, mendatangi kantor bupati setempat dan mengembalikan enam kunci mobil yang kini dipermasalahkan karena diduga terjadi penggelembungan anggaran pengadaannya. Aksi dimulai dengan berkonvoi dari gedung DPRD menuju kantor bupati, Kamis (18/8/2011).

Anggota dewan membawa serta massa pendukungnya, sehingga sekitar 70-an orang memenuhi teras kantor bupati. Mereka ditemui Bupati Fakfak Mohammad Uswanas.

Ketua DPRD Fakfak Afid Rumagesan menyampaikan tuntutannya agar empat tersangka terkait kasus penggelembungan anggaran yang ditahan oleh Kejaksaan Negeri Fakfak sejak sepekan lalu, agar dibebaskan. Sebab, menurut Afid, tak ada korupsi di dewan sehingga tak perlu ada yang ditahan.

“Karena enam unit mobil ini, maka kami kembalikan saja mobilnya. Ini adalah wujud tanggung jawab kami sebagai jaminan agar empat orang itu dibebaskan,” kata Afid.

Bupati menerima kunci tersebut, akan tetapi menurut dia, sebaiknya semua pihak menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Untuk membebaskan pegawai yang menjadi tersangka dan ditahan, harus menempuh mekanisme hukum.

Dia menegaskan, tak ada unsur politik dalam masalah itu. “Tolong jangan dipolitisasi. Ini soal hukum, karena pada tahap penyidikan ditemukan kesalahan dalam pengadaan barang,” kata Uswanus.

Kasus tersebut berawal dari penangkapan empat dari enam tersangka kasus dugaan penggelembungan anggaran pengadaan enam unit mobil dinas bagi tiga pimpinan dewan dan tiga ketua komisi DPRD Fakfak. Anggaran yang digunakan senilai Rp 2,1 miliar berasal dari APBD 2010.

Empat tersangka yang ditahan adalah ketua dan sekretaris panitia pelelangan, pejabat pembuat komitmen, dan mantan petugas pelaksana sekretaris dewan.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

MA Perberat Hukuman Haposan

SUARA MERDEKA CyberNews – Kamis, 18 Agustus 2011

Jakarta, CyberNews. Mahkamah Agung memperberat hukuman Haposan Hutagalung menjadi 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta serta subsider 8 bulan. Vonis ini adalah lanjutan vonis Gayus Tambunan dan Andi Kosasih. Seluruh anggota trio yang terkait dalam kejahatan pajak ini, diperberat hukumannya oleh MA.

“Haposan Hutagalung diperberat hukumannya dari 9 tahun menjadi 12 tahun,” kata anggota majelis kasasi, Krisna Harahap, saat dikonfirmasi, Kamis (18/8).

Sebelumnya, Gayus Halomoan Tambunan diperberat dari 10 menjadi 12 tahun, Andi Kosasih dari 8 menjadi 10 tahun. Putusan terhadap Haposan ini dijatuhkan oleh majelis hakim agung yang terdiri dari Artijo Alkotsar, Krisna Harahap dan Syamsul Chaniago. Majelis mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum secara bulat.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa atau saksi dalam perkara korupsi,” ungkap Krisna.

Majelis juga berpendapat bahwa Haposan telah terbukti secara sah dan meyakinkan menjanjikan atau memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara.

Dikatakan Krisna, Pengadilan Tinggi Jakarta yang memeriksa perkara Haposan Hutagalung tidak salah menerapkan hukum, ketika mempertimbangkan bagaimana Haposan melibatkan Andy Kosasih dan Lambertus Palang Ama untuk merekayasa kepemilikan Rp 28 miliar yang dikuasai Gayus Tambunan sebagai hasil manipulasi pajak beberapa perusahaan. Serta keterlibatan Syahril Djohan ketika Haposan Hutagalung sebagai kuasa Ho Kian Huat berupaya melakukan pendekatan dengan memberi uang sebesar Rp 500 juta kepada Kabareskrim Susno Duadji dalam kasus ikan Arwana.

( Budi Yuwono / CN31 / JBSM )

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

Wakil Wali Kota Cirebon Ditahan

Kasus Korupsi
KOMPAS.com – Kamis, 18 Agustus 2011
Kompas/Didit Putra ErlanggaSuryana, mantan Ketua DPRD Kota Cirebon, diseret petugas Kejati Jabar untuk dibawa ke Rutan Kebonwaru, Kamis (18/8/2011). Bersama dia juga ditahan Wakil Wali Kota Cirebon, Sunaryo

BANDUNG, KOMPAS.com – Wakil Wali Kota Cirebon, Sunaryo, akhirnya menjadi penghuni Rumah Tahanan Kebonwaru, setelah menjalani pelimpahan kasus dugaan korupsi APBD Cirebon tahun 2004. Dia bersama tersangka lain, mantan Ketua DPRD Kota Cirebon, Suryana, melawan keputusan.

Hal itu terjadi Kamis (18/8/2011) sekitar pukul 14.50, saat petugas Kejaksaan Tinggi Jawa Barat membawa mereka, ke mobil pengangkut tahanan ke Rutan Kebonwaru. Keduanya melawan sejak di lantai empat dari ruang Kepala Seksi Penuntutan.

Suryana bahkan diapit dua orang petugas kejaksaan dan diseret ke depan kantor Kejati, begitu pula dengan Sunaryo. Suryana yang mengenakan baju koko putih ini bahkan menantang fotografer yang mengambil gambar penahanannya.

“Mau ambil gambar saya? Silakan!” katanya sambil mengarahkan muka ke arah lensa kamera.

Sunaryo dan Suryana menjadi bagian dari kasus korupsi berjamaah yang terjadi pada tahun 2004 dengan memanipulasi anggaran dan meraup uang sebanyak Rp 4,9 miliar untuk dibagi bersama-sama.

18 Agustus 2011 Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL | Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: