KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Direktur Utama PT DGI Diperiksa KPK


TEMPOinteraktif.Com – Kamis, 04 Agustus 2011

Dudung Purwadi. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO Interaktif, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi tengah merampungkan pemberkasan kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games, Palembang, dengan tersangka mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Pada Kamis ini, 4 Agustus 2011, Komisi memeriksa Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI) Dudung Purwadi. “Dia diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Antikorupsi Priharsa Nugraha di kantornya.

PT Duta Graha Indah merupakan rekanan proyek wisma atlet. Saat bersaksi untuk anak buahnya, Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu kemarin, mengaku mendapat laporan adanya deal antara Idris dan Direktur PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang serta Nazarudin. “Saya dilapori. Prinsipnya kalau proyek itu ada untung, kami menyetujui. Kalau tidak untung akan kami koreksi,” kata Dudung.

Dia mengatakan mulanya tidak tahu adanya kesepakatan antara Idris, Rosa, dan Nazarudin. Namun hal itu diketahuinya setelah tender proyek dimenangkan perusahaannya. Ihwal teknis bagaimana kesepakatan diputuskan, Dudung menyebut Idris yang berperan.

“Itu tugas Pak Idris sebagai bekas dirut, dia yang tahu persis. Saya percaya,” katanya. Dudung juga mengakui mendapat laporan adanya fee untuk beberapa pihak. “Ya, setelah Pak Idris deal, saya dilapori,” ujarnya. Laporan itu diterimanya pada awal Februari 2011.

Dudung pun membenarkan bahwa fee yang dialokasikan PT Duta Graha Indah adalah sebesar 20 persen dari total nilai proyek berbiaya Rp 191 miliar itu. Adapun rincian pembagiannya, 5 persen untuk daerah dengan penghitungan, 2, 5 persen untuk Komite Daerah Pembangunan Wisma Atlet, 2,5 persen untuk Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan 2 persen untuk Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam.

Adapun 13 persen fee diplot untuk Rosa dan Nazarudin serta orang-orang di Dewan Perwakilan Rakyat. “Yang saya tahu pasti untuk Nazarudin Rp 4,3 miliar. Saya tahu setelah dilapori Pak Idris,” Dudung menegaskan.

Pada dakwaan jaksa penuntut untuk terdakwa Rosa, disebut ada dana sebesar 5 persen dari nilai proyek yang mengalir ke Senayan. Dana itu diberikan pada Mei 2010 yang diduga bertujuan untuk memuluskan proyek wisma atlet di Dewan.

Dalam kasus wisma atlet ini, komisi antikorupsi telah menetapkan empat tersangka, antara lain Nazaruddin, Wafid, Rosa, dan Idris. Berkas Wafid sudah hampir rampung di penyidikan dan berkas Nazaruddin tengah dirampungkan.

Nazaruddin kini menjadi buron Interpol atas permintaan komisi antikorupsi. Juru bicara KPK Johan Budi SP mengatakan Komisi masih berusaha mengejar anggota DPR itu dan belum terpikir untuk menggelar pengadilan in-absentia. “Kami masih terus berusaha,” katanya.

RUSMAN PARAQBUEQ

4 Agustus 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: