KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Tiga Perkara Jerat Gayus Hari Ini


KOMPAS.com – Kamis, 21 Juli 2011

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Terpidana kasus mafia pajak, Gayus Tambunan, hadir sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/4/2011). Dia bersaksi dalam kasus dugaan suap mantan Kepala Rutan Brimob Kelapa Dua Depok Kompol Iwan Siswanto. Gayus mengungkapkan kronologis yang dilakukannya terhadap Iwan Siswanto agar bisa bebas keluar masuk rutan tersebut. Gayus selama ditahan diduga sempat ke Bali, Singapura, Malaysia, dan Makau.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Gayus H Tambunan, dijadwalkan menjalani sidang perkara dugaan korupsi dan pencucian uang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (21/7/2011). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan dakwaan terhadap Gayus yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Anggota tim kuasa hukum Gayus, yakni Dion Pongkor, menyampaikan hal itu saat dihubungi, Kamis.

“Pak Gayus ada sidang di Tipikor hari ini jam 10.00,” kata Dion. Menurutnya, Gayus akan disidang terkait tiga perkara yang digabung dalam satu berkas. Tiga perkara tersebut adalah tuduhan menerima suap dari Roberto Santonius, konsultan pajak sewaan PT Metropolitan Retailmart; memberi suap kepada petugas rumah tahanan negara Mako Brimob Kelapa Dua, Depok; dan tuduhan melakukan tindak pidana pencucian uang.

Terkait kesiapan Gayus menghadapi sidang pagi ini, Dion mengatakan bahwa kliennya itu sedang dalam kondisi kurang sehat semalam. “Kemarin sore pulang dari DPR, Pak Gayus mengeluh gak enak badan dan diperiksa dokter LP (Lembaga Pemasyarakatan) Cipinang. Semoga pagi ini bisa hadir,” katanya.

Gayus diduga menerima suap dari Roberto Santonius sebesar Rp 925 juta sehingga disangka melanggar pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dia juga disangka menyuap petugas rutan Brimob agar dapat keluar masuk tahanan. Selain itu, Gayus diduga melakukan pencucian uang karena menempatkan uang hasil korupsi senilai Rp 28 miliar dalam rekening bank dan Rp 74 miliar dalam safe deposit box. Karena itu, Gayus disangka melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 15/2002 jo UU No 25/2003 Tentang Pencucian Uang.

Penyidikan perkara Gayus berjalan alot sejak 1 Juli 2010 karena penyidik Polri kesulitan menemukan si penyuap Gayus. Awalnya penyidik hanya mengenakan pasal gratifikasi yang tidak memerlukan adanya pihak penyuap. Namun, hal itu ditolak pihak Kejaksaan yang menginginkan agar Gayus dikenai pasal penyuapan sehingga penyidik Polri diminta menemukan si penyuap. Akhirnya, penyidik menetapkan Roberto Santonius sebagai si terduga penyuap. Roberto pun kini menjalani proses persidangan di Tipikor.

21 Juli 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: