KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mindo Rosalina Disidang Pagi Ini


KOMPAS.com – Rabu, 20 Juli 2011

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manulang, keluar dari ruang pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (12/5). Rosa merubah keteranganya terkait statusnya di PT Anak Negeri sekaligus membantah memiliki hubungan dengan Nazaruddin dan Wafid Muharam. Kompas/Lucky Pransiska

 

JAKARTA, KOMPAS.com –  Salah satu terdakwa kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Mindo Rosalina Manulang dijadwalkan menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (20/7/2011) ini. Pada persidangan tersebut Rosa akan mendengarkan dakwaan terhadapnya.

“Betul, rencananya jam 09.00 pagi,” kata kuasa hukum Mindo Rosalina Manulang atau Rosa, Djufri Taufik melalui pesan singkat, Rabu. Dia juga memastikan, kliennya dalam kondisi sehat dan siap menjalani persidangan hari ini.

Rosa, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet bersama dengan mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam, Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah, Mohamad El Idris. Ketiganya tertangkap tangan sesaat setelah diduga bertransaksi suap dengan bukti cek Rp 3,2 miliar. Belakangan, KPK menetapkan anggota DPR Komisi VII, M Nazaruddin sebagai tersangka kasus itu. Keempat tersangka itu diduga melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait proyek pembangunan wisma atlet.

Dalam dakwaan terhadap El Idris yang dibacakan jaksa penuntut umum pekan lalu disebutkan, Rosa merupakan bawahan dari Nazaruddin yang diperintah untuk membantu PT DGI mendapatkan proyek di Kemenpora. Atas perintah Nazaruddin, Rosa-lah yang memperkenalkan El Idris selaku perwakilan PT DGI kepada Wafid. Perkenalan tersebut dimaksudkan agar Wafid dapat mengikutsertakan PT DGI dalam proyek di Kemenpora.

Berdasarkan dakwaan, permintaan PT DGI tersebut kemudian disetujui Wafid. Dia lantas mengupayakan keikutsertaan PT DGI dalam proyek pembangunan wisma atlet SEA Games. Dari kemenangan PT DGI, diduga Nazaruddin dan Wafid menerima fee masing-masing senilai Rp 4,4 miliar dan Rp 3,2 miliar.

20 Juli 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: