KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mantan Ajudan Laporkan Jhonny Allen ke KPK


Dugaan Mafia Anggaran
KOMPAS.com – Kamis, 14 Juli 2011 |

 

Inggried Dwi W
Politisi Demokrat Jhonny Allen

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pria bernama Selestinus Angelo yang mengaku sebagai mantan ajudan dari Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Johnny Allen Marbun, melaporkan Johnny ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (14/7/2011), atas tuduhan praktik mafia anggaran di DPR. Menurut dia, saat menjadi anggota DPR periode 2004-2009, Johny melakukan praktik mafia anggaran bersama anggota DPRD DKI Jakarta asal Fraksi Partai Demokrat, Monica Wilhelmina Wenas.

“Dalam korupsi anggaran DPR. Dia (Monica) calo-nya,” kata Selestinus, di Gedung KPK Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Selestinus yang bekerja pada Johny selama 2005-2008 itu mengaku sering diminta oleh Johnny untuk mengantar jemput uang yang menurut Selentinus berkaitan dengan praktik mafia anggaran.

“Saya disuruh ambil duit ke sana, ke sini. Waktu itu saya enggak tahu kalau itu korupsi. Saya baru tahu akhir-akhir ini. Saya sering nonton TV, saya tanya teman, katanya ini korupsi, jadi saya laporkan,” paparnya.

Namun, Selestinus tidak menyertakan laporannya dengan sejumlah bukti terkait. “Sementara saya info keterangan saya dulu. Kalau saya diperlukan sebagai saksi lebih lanjut, saya akan kasih bukti-bukti,” ucapnya.

Menurut Selestinus, saat menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Johnny Allen terlibat dalam praktik mafia anggaran dalam proyek penyaluran dana ad hoc ke daerah-daerah. Johnny, kata Selestinus, mendapatkan fee sebesar lima persen dari dana yang dialokasikan ke daerah.

“Itu anggaran DPR tahun 2008,” kata Selestinus.

Salah satu contohnya, kata dia, dalam penyaluran dana ke Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. “Dialokasikan dana (ke Seram) Rp 39 miliar yang dibulatkan Rp 40 miliar. Jadi lima persen dari itu, Rp 2 miliar rata-rata (fee yang diterima),” ungkapnya.

Menurut Salestinus, praktik mafia anggaran tersebut terjadi pada penyaluran dana di beberapa daerah selain Seram. Namun dia tidak menyebutkan nama daerah-daerah tersebut.

“Ada banyak, nanti saya sampaikan lebih lanjut,” katanya.

Saat ditanya motifnya melaporkan Johnny, pria berkulit gelap itu mengaku merasa terpanggil untuk turut memberantas tindak pidana korupsi. “Karena korupsi di negara kita sudah parah,” ucapnya.

Sebelumnya, nama Jhonny Allen juga sempat disebut dalam kasus dugaan suap dana stimulus pembangunan dermaga dan bandara di Indonesia Timur dengan tersangka Abdul Hadi Djamal. Nama Johnny disebut oleh Abdul Hadi, yang juga anggota DPR saat itu, sebagai inisiator pertemuan yang membahas alokasi dana stimulus tersebut.

14 Juli 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: