KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KPK Terus Kumpulkan Bukti


SUARA MERDEKA CyberNews – Kamis, 14 Juli 2011
  • Pejabat Daerah Nikmati Suap Wisma Atlet

Jakarta, CyberNews. Tidak hanya menyeret pejabat di tingkat pusat, kasus suap terkait pembangunan Wisma Atlet juga merembet ke pejabat di tingkat daerah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti terkait dugaan aliaran suap turut dinikmati pejabat di Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, pihaknya menjadikan semua temuan dan informasi dugaan pemberian suap yang juga menyeret Sekretaris Menpora Wafid Muharam dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebagai bahan masukkan yang sangat penting.

“Temuan soal adanya dugaan aliran dana ke pejabat–pejabat pemerintah Sumatra Selatan merupakan penunjuk ke arah yang terang,” kata Haryono.

Dia berjanji, KPK akan mencari dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebut menerima suap berupa komisi dari biaya pembangunan wisma atlet itu.

“Ya jelas akan kita ungkap hingga ke akar-akarnya dan hingga tuntas,” katanya.

Seperti diketahui, nama Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin ternyata masuk dalam daftar orang yang akan mendapat success fee atau komisi dari total nilai proyek pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang. Alex direncanakan mendapat jatah senilai 2,5 persen dari total nilai pembangunan wisma atlet sebesar Rp 191 ,6 miliar atau sekitar Rp 3 miliar.

Informasi itu didapat dari surat dakwaan Direktur Marketing PT Duta Graha Indah, Mohamad El idris yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Surat dakwaan itu menjelaskan, Idris melakukan negosisasi dengan Anggota DPR RI, M Nazaruddin, DIrektur Utama PT DGI, Dudung Purwadi, dan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang untuk memberikan komisi pada pihak-pihak yang dianggap telah berjasa atas terpilihnya PT DGI sebagai pemenang tender pembangunan wisma atlet.

“Nazaruddin mendapat 13 persen, Gubernur Sumatra Selatan 2,5 persen, Komite Pembangunan Wisma Atlet 2,5 persen, panitia pengadaan 0,5 persen, dan untuk Sesmenpora, Wafid Muharam 2 persen dari nilai kontrak pembangunan wisma atlet,” kata anggota JPU, Agus Salim saat membacakan surat dakwaan Mohamad Idris di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/7).

Namun, dalam surat dakwaan itu tidak menyebutkan rencana pembagian komisi untuk Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin terealisasi. Hanya ada beberapa nama yang telah menerima komisi tersebut. Di antaranya, Anggota DPR RI, M  Nazaruddin baru menerima Rp 4,34  miliar dari Rp 25 miliar, Sesmenpora, Wafid Muharam Rp 3,2 miliar, dan Rizal Abdullah selaku Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet dan Kepala Dinas PU Sumsel Rp 400 juta.

( Mahendra Bungalan / CN34 / JBSM )

14 Juli 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: