KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Jaksa Belum Siap Tuntut Ade Sudirman


SUARA MERDEKA CyberNews – Kamis, 14 Juli 2011

Jakarta, CyberNews. Jaksa Penuntut Umum belum siap menuntur mantan Kepala Sub Bagian Verifikasi Keuangan Kementerian Luar Negeri, Ade Sudirman. Tuntutan baru akan dibacakan pada, Kamis (21/7) pekan depan.

Sidang perkara dugaan korupsi tiket perjalanan dinas Kementerian Luar Negeri, digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), pada hari ini, Kamis (14/7). Agenda sidang adalah mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terhadap terdakwa, Ade Sudirman.

Menurut JPU, I Gusti Sophan yang ditemui di PN Jakpus, penundaan tersebut dikarenakan pihaknya belum siap dengan tuntutannya. “Ditunda hingga Kamis 21 Juli 2011. Sebab, kami belum siap dengan tuntutannya,” kata Sophan.

Menurut dia, perkara Ade Sudirman merupakan perkara terakhir menyangkut kasus korupsi tiket perjalanan dinas Kementerian Luar Negeri. Perkara lainnya, yakni terhadap Kepala Biro Keuangan Ade Wismar Wijaya, Bendahara periode 2003-2007 I Gusti Adnyana, dan Bendahara Kemenlu periode 2007-2009 Syarif Syam Arman.

Termasuk Direktur Utama PT Indowanua Inti Sentosa, Syarwanie Soeni, sudah diputus majelis hakim. Seluruhnya mendapatkan hukuman 1 tahun 4 bulan penjara dari tuntutan JPU 2 tahun penjara. Kendati demikian, Sophan mengaku enggan berspekulasi bahwa tuntutan terhadap Ade bakal sama. “Kalau yang ini kan belum dibuat,” kata Sophan.

Ade Sudirman dijerat dengan pasal berlapis, yakni, pasal 2 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang memperkaya diri, dan pasal 3 UU Tipikor tentang penyalahgunaan kewenangan. Keduanya memberi ancaman maksimal penjara 20 tahun.

Ade didakwa bersama-sama Direktur Utama PT Indowanua Inti Sentosa, Syarwanie Soeni. Mereka diduga merugikan keuangan negara sejumlah US$ 183.055,71 atau sekitar Rp 1,63 miliar. Menurut Jaksa, modus terdakwa diduga adalah menagih dengan nilai yang digelembungkan 25 persen dari harga tiket sebenarnya.

Selain itu, ada kuitansi yang sudah ditandatangani personil PT. Indowanua Inti Sentosa Travel, tetapi nilai nominalnya dikosongkan. Penagihan pun tidak melampirkan bukti-bukti yang sah sesuai ketentuan pasal 12 ayat 2 Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

( Budi Yuwono / CN26 / JBSM )

14 Juli 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: