KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Korupsi Alkes Salatiga: Pendukung Maria Geruduk Kejati


SUARA MERDEKA CyberNews – Selasa, 22 Februari 2011

SEMARANG – Sekitar 60 pendukung terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga pendidikan Salatiga, Sri Maria Hartati (43) menggeruduk Kejati Jateng, Senin (21/2).

Mereka minta Sri Maria yang merupakan Direktur PT NEC ini dibebaskan. Mereka merupakan karyawan PT NEC Mitra Persada Yogyakarta. Koordinator aksi, H Suparjana mengatakan, selama Maria ditahan sejak Desember 2010 lalu karyawan tidak mendapatkan gaji dan terancam di-PHK. Keberlangsungan perusahaan selama ini dipimpin oleh Sri Maria.

“Kita meminta Kejati untuk menangguhkan proses hukum ini, karena hasil audit BPK, pada 2008 dinyatakan tidak ada kerugian negara, tapi tahun 2010 dengan surat yang sama, tertulis ada kerugian negara, ini kan aneh karena surat BPK bernomor sama, dengan hasil berbeda,” jelas dia yang juga suami Sri Maria itu.

Karyawan PT NEC, Riyanto menambahkan, sejak Desember 2010 dia belum menerima gaji.
Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Sukarman didampingi Kepala Seksi Sosial dan Politik, Mustaghfirin menyatakan, pihaknya akan meneruskan aspirasi yang disampaikan para pendemo kepada atasan maupun instansi terkait. Setelah diberikan pengertian oleh staf Kejati tersebut, mereka kemudian membubarkan diri dan pulang ke Yogyakarta menumpang 3 bus yang disewanya itu.

Putusan Sela

Sebelumnya, di ruang sidang Tipikor, Sri Maria menjalani sidang pembacaan putusan sela. Dalam sidang tersebut, majelis hakim yang diketuai Ronius menolak eksepsi (keberatan) terdakwa dan menyatakan sidang diteruskan ke agenda pemeriksaan.
PT NEC diduga turut bertanggungjawab atas dugaan korupsi proyek pengadaan alat peraga pendidikan senilai Rp 6,9 miliar. Proyek itu didanai APBD Salatiga tahun 2007 dengan pagu anggaran Rp7,011 miliar. PT NEC mendapat pengalihan pengerjaan dari PT Grana Mandala Adilihung (GMA). Kerugian negara yang diakibatkan kasus ini sebesar Rp 839,5 juta.

Dengan rincian pembayaran dari Dinas Pendidikan Salatiga yang tidak disetorkan Direktur PT GMA kepada PT NEC sebesar Rp 303 juta. Kerugian Rp186 juta akibat perangkat lunak Matematika dan IPA yang tidak sesuai syarat dalam kontrak. Ditambah lagi, denda yang seharusnya dibayar PT GMA kepada Dinas Pendidikan Salatiga, akibat keterlambatan PT NEC adalah Rp 349,9 juta.

Dalam kasus ini JPU menjerat terdakwa dengan pasal 2 dan pasal 3 UU 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Terdakwa Sri Maria Hartati terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. (H68,mad-53)

22 Februari 2011 - Posted by | SALATIGA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: