KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Buku SBY Beredar di Purbalingga


MEDIA INDONESIA.COM – Selasa, 08 Februari 2011
Buku SBY Beredar di Purbalingga 

MI/Liliek Dharmawan/wt

PURBALINGGA–MICOM: Buku-buku soal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai beredar di SD dan SMP Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Senin (8/2).

Peredaran buku-buku tersebut terkesan sembunyi-sembunyi. Buku soal SBY tersebut ada delapan item judul dan dibagikan kepada SD dan SMP masing-masing tiga eksemplar.

Peredaran buku-buku SBY itu awalnya ditemukan oleh anggota DPRD Purbalingga, Catur Satyo Utomo. Menurut Catur, dirinya menemukan di SD Negeri 1 Pengadegan.

“Awalnya memang di SD Negeri 1 Pengadegan, tetapi kemudian saya juga menemukan di SMP Negeri 2 Pengadegan. Selain itu juga ada di SD Negeri 1 Kejobong, Purbalingga. Ternyata, setelah saya melakukan pengecekan, di seluruh SD dan SMP di Purbalingga dibagikan buku-buku SBY dengan alokasi dana alokasi khusus (DAK),” jelas Catur di Kantor DPRD setempat.

Dijelaskan Catur, pengadaan buku tersebut melalui anggaran DAK tahun 2010 lalu. Nilai total pengadaan buku untuk Purbalingga sebesar Rp13 miliar yang dibelikan 988 item judul buku. Dari 988 judul buku tersebut, delapan di antaranya adalah buku mengenai SBY.

“Beberapa judul buku soal SBY di antaranya adalah Menata Kembali Kehidupan Bangsa, Adil tanpa Pandang Bulu, Jendela Hati, Jalan Panjang Menuju Istana dan Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil,” kata Catur.

Kalau dilihat isinya, jelas anak-anak sekolah, terutama anak SD belum mampu memahami isi dari buku tersebut.

“Bayangkan saja, ada salah satu judul bab dalam buku tersebut soal resep IMF. Apa mungkin anak-anak SD memahami. Buku-buku ini tidak layak untuk dijadikan bacaan anak-anak SD maupun SMP, karena pemahaman mereka belum sampai,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjut Catur, Pemkab Purbalingga harus tegas untuk menarik buku-buku tersebut, meski saat ini buku soal SBY itu sebagai koleksi di perpustakaan.

“Penarikan buku harus dilakukan, sebab tidak sesuai dengan pengayaan dan referensi sesuai dengan Permendiknas nomor 18 tahun 2010. Selain itu, peredaran buku tersebut sampai sekarang belum selesai, padahal sudah dimulai 20 Desember 2010 silam,” kata Catur. (OL-12)

8 Februari 2011 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: