KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pengadilan Tipikor Semarang Mulai Tangani Dua Kasus Korupsi


KORAN TEMPO – Selasa, 04 Januari 2011
Proses persidangan dibatasi, tidak boleh lebih dari 120 hari kerja sejak perkara terdaftar di Pengadilan Tipikor.

SEMARANG — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang sudah mulai beroperasi kemarin, setelah enam hakim ad hoc pengadilan khusus ini dilantik. Pengadilan Tipikor di Jawa Tengah tersebut telah menerima limpahan dua berkas kasus korupsi dari Kejaksaan Negeri Semarang.

Dua kasus korupsi tersebut adalah dugaan penggelapan mobil dinas milik Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT) Pemerintah Kota Semarang dengan terdakwa Sekretaris BPPT Zainuddin. Kasus ini terdaftar di Pengadilan Tipikor Semarang dengan nomor perkara 01/Pid.Sus/2011/P Tipikor SMG. Satu kasus lainnya adalah dugaan korupsi pengadaan lift Gedung Keuangan Negara Semarang II untuk 2007 dan 2008. Dua berkas dengan satu tersangka kontraktor bernama Setiabudi itu terdaftar dengan nomor perkara 01/Pid.Sus/2011/P Tipikor SMG.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Semarang Bima Suprayoga menyatakan pelimpahan dua kasus tersebut dilakukan setelah ditemukan alat pembuktian yang kuat. “Kami serahkan ke pengadilan untuk diperiksa perkaranya,” kata Bima.

Juru bicara Pengadilan Negeri Semarang, Sugeng Hiyanto, mengatakan Ketua Pengadilan Tipikor Semarang yang juga Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Agus Subroto, akan segera menetapkan hakim untuk mengadili dua kasus tersebut. “Paling lambat tiga hari kerja sejak berkas terdaftar,” kata Sugeng.

Jumlah hakimnya paling sedikit adalah tiga orang dan paling banyak lima orang. Setelah itu sesuai dengan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tipikor, yang menyebutkan bahwa persidangan perkara korupsi wajib dilaksanakan paling lambat 7 hari setelah penetapan majelis hakim. Proses persidangan juga dibatasi, yakni tidak boleh lebih dari 120 hari kerja sejak perkara terdaftar di Pengadilan Tipikor.

Kasus korupsi dugaan penggelapan mobil dinas milik BPPT Pemerintah Kota Semarang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 124,3 juta. Tersangka Zainuddin diketahui menjual mobil Daihatsu Terios bernomor polisi H-9530-RS itu kepada seseorang di Kabupaten Kendal dengan harga Rp 100 juta. Mobil itu dibeli Pemerintah Kota Semarang pada 2008. Zainuddin saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane sejak 2 November 2010.

Sementara itu, dalam kasus pengadaan lift Gedung Keuangan Negara untuk 2007 dan 2008, tim jaksa menemukan kerugian negara masing-masing sebesar Rp 1,25 miliar dan Rp 1,28 miliar. Namun hingga kini kejaksaan tidak menahan tersangka Setiabudi. Selain Setiabudi, ada berkas tersangka panitia lelang Miduk Sitompul. Namun hingga kini kejaksaan masih masih mendalami berkas itu. ROFIUDDIN

About these ads

4 Januari 2011 - Posted by | SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: