KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pementasan teater ’Ladang Perminus’ : Mengorek borok Indonesia dengan senyum


WAWASAN – Sabtu. 31 October 2009

Cuma di negeri ini orang jujur menjadi bego. Dan cuma di negeri ini, seorang koruptor dimakamkan di taman pahlawan’

DUA kalimat itu terasa menghunjam di benak penonton saat pementasan Ladang Perminus (Perusahaan Minyak Nusantara) yang dimainkan oleh Perkumpulan Seni Indonesia, di Taman Raden Saleh Semarang, Jumat (30/10) malam. Penonton pun tak kuasa menahan senyum ketika Fajar Emmillianus (Pemeran Kahar, pejabat tinggi Perminus) mengucapkan dengan pas bahwa orang jujur adalah orang bego.

Ladang Perminus adalah naskah yang diadopsi dari novel karya Ramadhan KH dan disutradarai oleh Wawan Sofwan dan bercerita tentang kasus korupsi di Indonesia. Menonton Ladang Perminus, sama saja mengorek borok Indonesia benar-benar dengan senyum. Atau setidaknya tanpa amarah.

Naskah yang bertutur tentang tindak korupsi pejabat itu mampu mengungkung penontonnya hampir selama 2,5 jam. Selain ceritanya mengalir, Ladang Perminus tampil mirip sinetron sehingga penonton tak perlu berkerut dahi untuk menerjemahkannya. Apalagi naskah yang benar-benar realis ini didukung oleh pemain-pemain yang matang.

Ladang Perminus bercerita tentang tindak korupsi, pelanggaran HAM, serta kasus perselingkuhan. Perminus yang merupakan perusahaan minyak negara benar-benar jadi ladang korupsi. Kahar yang menjadi pejabat tinggi di sana benar-benar kemaruk untuk berkorupsi pada setiap proyek yang ditanganinya.

Pintarnya Kahar, untuk melakukan korupsi, dia selalu mempergunakan bawahannya, Hidayat, yang dikenal sebagai sosok yang cerdas, jujur, idealis, dan setia pada hati nuraninya.

Prestasi terbesar Hidayat muncul ketika ditugaskan sebagai ketua tim negoisasi dengan perusahaan Jerman untuk menurunkan harga kontrak dengan perusahaan yang akan mendirikan pabrik baja di Cilegon ini.

Namun begitu keberhasilan itu di depan mata, Kahar mulai berulah. Harga yang sudah berhasil ditawar tersebut dalam laporannya kepada negara oleh Kahar justru dinaikkan, sehingga di kemudian hari pihaknya mendapat margin yang cukup besar dalam mega proyek tersebut. Belum lagi pendapatannya saat pembebasan tanah warga.

Berawal dari sini, Kahar kemudian berseteru dengan Hidayat. Sosok yang idealis ini pun akhirnya dipecat setelah beredar kabar bahwa Hidayat bakal maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat. Namun cita-cita Hidayat melawan atasannya terkendala, setelah beredar foto perselingkuhannya dengan seorang pramugari saat di Singapura.

Suatu saat Hidayat mendapat angin segar saat mendengar Kahar meninggal usai membaca koran tentang korupsi yang dilakukannya. Namun kelegaan hati Hidayat tiba-tiba sirna ketika tahu bahwa jenazah Kahar yang mantan pejuang dan pernah mendapatkan bintang gerilya ini dimakamkan di taman pahlawan.

Selain di Semarang, Ladang Perminus yang sebagian besar dimainkan oleh anak-anak Bandung ini pernah dipentaskan di Jakarta, bandung, dan Solo. “Pementasan ini merupakan salah satu upaya memperluas gaung antikorupsi, perusakan lingkungan, dan pelanggaran HAM di Indonesia,” ujar Fatah Muria, koordinator pelaksana.

Korupsi minyak
Sebelum pementasan, digelar diskusi tentang korupsi yang menghadirkan beberpa perwakilan dari lembaga-lembaga antikorupsi. Anggita Tampubolon dari pusat data ICW mengatakan, korupsi di sektor minyak saat ini sangat meresahkan. “Saat ini belum ada trasparansi dari pendapatan di sektor minyak,” tuturnya.

Bahkan pehanghasilan sebesar Rp 15,9 triliun tak pernah ditarik pajak. Yang membahayakan lagi, tambah Yakob Al Farouk dari UKSW, karena saat ini belum ada efek jera terhadap koruptor.

Undang-undang yang mengatur hukuman mati terhadap koruptor memang ada, namun pada pelaksanaannya belum ada hakim yang memutus hukuman mati. “Setelah melalui hukuman, para koruptor masih memiliki banyak uang dan masih dihormati masyarakat,” ujarnya.

Yang menarik, acara pementasan ini juga diwarnai dengan aksi keprihatinan yang dianggap dapat mengebiri upaya-upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Aksi ini dilakukan dengan menandatangani poster besar yang merupakan dukungan terhadap Bibit- Chandra, dua pimpinan non aktif KPK yang kini menjadi tahanan polisi.

Ratusan seniman, aktivis mahasiswa serta beberapa tokoh masyarakat termasuk Ketua PWI Jateng Ir Sriyanto Saputro MM turut pula memberikan dukungannya dengan membubuhkan tandatangannya. Tanda tangan dukungan itu kemudian diserahkan kepada KPK. wiek-yan

26 April 2010 - Posted by | KP2KKN DALAM BERITA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: