KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

INDUSTRI KREATIF : Ayo Lawan Korupsi dengan Batik


KOMPAS – Sabtu, 21 November 2009

Dari kejauhan, kemeja batik yang dipakai aktivis antikorupsi itu tampak seperti batik cetak pada umumnya. Namun, jika dilihat lebih dekat, ternyata kemeja batik itu bermotif cicak dan buaya.

Motif cicak yang lebih besar terdapat di saku depan kemeja batik bergaya Pekalongan itu. Di saku kanan itu pula terdapat pesan antikorupsi yang berbunyi: ”Saya Cicak, Lawan Korupsi”.

Kemeja batik bermotif cicak adalah bentuk baru perjuangan aktivis antikorupsi yang tergabung dalam komunitas Cintai Indonesia Cintai KPK (Cicak) Jawa Tengah. ”Dengan membuat batik ini, kami ingin gerakan antikorupsi lebih mengalir dalam budaya masyarakat,” kata Ketua Presidium Cicak Jateng Eko Haryanto ketika meluncurkan batik itu, Jumat (20/11) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Eko, ide pembuatan batik cicak muncul setelah batik ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Pembuatan batik cicak diharapkan menjadi gerakan budaya antikorupsi yang positif.

Cicak Jateng berencana menjual batik itu untuk umum dengan harga Rp 60.000 per potong. Bekerja sama dengan pengusaha batik di Pekalongan, mereka memproduksi sebanyak 500 potong kemeja batik cicak. Ada empat warna dasar, yaitu ungu, hijau, biru, dan coklat.

Sebagian kemeja batik itu disebarkan ke berbagai lembaga antikorupsi di Indonesia, seperti Indonesia Corruption Watch, Transparency International Indonesia, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

”Sewaktu berunjuk rasa atau beraudiensi masalah korupsi, kami akan memakai batik ini,” kata Eko.

Cicak Jateng akan memberikan batik itu kepada Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan beberapa pejabat daerah. Mereka ingin gerakan antikorupsi bangkit di tubuh pemerintahan.

Awalnya, kemeja batik itu dirancang dengan motif cicak berukuran besar. Rancangan batik itu lalu ditunjukkan kepada beberapa orang. ”Ternyata banyak yang geli melihat gambar cicak itu. Kami langsung mengecilkan motifnya,” kata Eko.

Kemeja batik yang diluncurkan Jumat siang itu memakai motif cicak dan buaya berukuran kecil. Motif cicak dan buaya itu bertautan dan tidak jelas jika tidak diamati dari dekat.

Perancang batik cicak itu adalah Direktur Lembaga Pusat Telaah dan Informasi Regional Pekalongan Aminudin Azis. ”Saya membuat lima rancangan. Nanti akan diluncurkan satu per satu,” katanya.

Selain melawan korupsi dan melestarikan batik, peluncuran batik cicak juga menyuarakan keluhan para perajin industri lokal. ”Praktik korupsi selama ini merugikan masyarakat. Semoga dengan batik cicak, pengusaha dapat lebih maju tanpa dihantui korupsi,” kata Azis.

(Herpin Dewanto)

26 April 2010 - Posted by | KP2KKN DALAM BERITA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: