KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Penanganan Kasus Jalingkos Lambat


SEPUTAR INDONESIA – Jum’at, 11 Maret 2010

SEMARANG(SI) – Penyidik Kejati Jateng dinilai lambat dalam penanganan kasus korupsi pengadaan tanah proyek pembangunan Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) jilid II.

Lambatnya proses hukum disinyalir terkait dugaan adanya aliran dana dari kasus Jalingkos yang dinikmati oknum Kejari Slawi dan Kejati Jateng. Hal ini disampaikan puluhan aktivis Gerakan Masyarakat Penyelamat Uang Negara (Gempur) Kabupaten Tegal dan didampingi oleh Eko Haryanto dari Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah saat mendatangi Kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, kemarin.

Gempur mendesak penyidik Kejati Jateng serius menangani kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,24 miliar dan diduga melibatkan sejumlah pejabat teras di Kabupaten Tegal. Rombongan aktivis Gempur yang merupakan gabungan dari sejumlah LSM di Kabupaten Tegal datang menggunakan satu bus. Mereka ditemui langsung oleh Kajati Jateng Salman Maryadi, As Intel Kadarsyah dan penyidik kasus Jalingkos Gatot Guno Sembodo.

“Sudah berbulan-bulan kasus ini ditangani, tapi seakan hanya jalan di tempat. Ini ada apa,” kata aktivis Gempur Jusri Sihombing kemarin. Menurut Jusri, mestinya penyidik Kejati tidak perlu berlama-lama dalam kasus ini. Sebab, testimoni dari terpidana kasus Jalingkos yakni mantan Kabag Agraria Setda Kabupaten Tegal Edy Prayitno sudah jelas. Testimoni Edy dikuatkan oleh terpidana lainnya, yaitu mantan Kasubbag Agraria Pemkab Tegal M Budi Haryono.

Dalam persidangan, Edy mengungkapkan bahwa ada aliran dana dari proyek Jalingkos yang masuk ke sejumlah pejabat di Kabupaten Tegal. Masing-masing adalah Bupati Tegal Agus Riyanto,Wabup Herry Sulistiawan, Sekda Sriyanto, Asisten I Harun Bagas P, Kadinas Penduk Capil Masykur, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Prasetyawan, Kepala Inspektorat Muji Atmanto, dan anggota DPRD Kabupaten Tegal Marhamah.

Selain ke pejabat, aliran dana tersebut disinyalir dinikmati oleh oknum Kejari Slawi dan Kejati Jateng. Besaran dana yang dinikmati oknum kejaksaan tersebut sebesar Rp220 juta. “Ini keterangan dari kedua terpidana saat di persidangan. Mestinya ini kan bisa dijadikan petunjuk.Jangan-jangan kasus ini lambat karena oknum kejaksaan juga menerima dana itu,”ujar Sihombing.

Aktivis Gempur lainnya, Harjo Iyatno mengatakan, selain testimoni dalam persidangan, bukti adanya aliran dana tersebut juga diperkuat dengan buku catatan milik kedua terpidana Edy dan Budi.Berbekal berbagai bukti tersebut, mestinya Kejati Jateng segera menetapkan tersangka baru dalam kasus ini. “Kami heran, mengapa kasus GLA Karanganyar prosesnya bisa begitu cepat, tapi untuk Jalingkos lambat,” ucapnya.

Kajati Jateng Salman Maryadi menerangkan, pihaknya tidak tebang pilih dalam penanganan kasus-kasus korupsi. Saat ini tim penyidik Kejati Jateng masih terus mendalami kasus ini. Hingga kini setidaknya sudah ada 17 saksi yang sudah diperiksa. Jumlah ini masih ditambah dengan keterangan dari sembilan saksi lain yang akan diperiksa pekan ini.

Jika memang ada alat bukti kuat yang mengarah keterlibatan sejumlah pejabat di Kabupaten Tegal,penyidik tidak segan-segan menetapkan tersangka baru dalam kasus ini. Salman juga menyangkal adanya aliran dana kasus Jalingkos yang dinikmati oknum kejaksaan. Ia menegaskan informasi soal uang pelicin tersebut hanya rumor murahan yang diembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami tidak mau buru-buru, baik saat penyidikan maupun penuntutan. Daripada nanti saat di persidangan dakwaan kami dimentahkan hakim. Saya tegaskan penanganan kasus Jalingkos ini tetap jalan,”katanya kemarin. Sebelumnya diberitakan, kasus Jalingkos jilid II ini resmi diambil alih Kejati Jateng dari Kejari Slawi sejak akhir 2009.

Hal ini terkait dengan testimoni atau pengakuan terpidana Jalingkos Edy Prayitno dalam persidangan. Saat itu terpidana membeberkan aliran dana Jalingkos ke sejumlah pejabat. Dua terpidana ini, baik Edy dan Budi sudah dijatuhi hukuman penjara masing-masing 5,5 tahun dan 4 tahun. (muhammad oliez)

24 April 2010 - Posted by | KP2KKN DALAM BERITA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: