KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Semua Ditentukan Putusan MK


SUARA MERDEKA – Rabu, 05 Juni 2013

  • Calon Kalah Diminta Legawa
KUDUS – Wacana pilbup ulang yang menjadi target utama gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) disikapi secara berbeda sejumlah kalangan. Sebagian meminta agar semua pihak dapat menerimanya secara legawa, namun ada pula yang mendukung langkah itu dengan menyesuaikan hasil dari MK.

Menurut Zamhuri, pemerhati persoalan sosial dari Universitas Muria Kudus (UMK), ukurannya terletak pada kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih sebagai pemilih mandat. Tentu saja, persoalan dilakukan pengulangan pilbup atau tidak juga didasarkan atas ketaatan pada regulasi dan asas pemilu.

”Jika pelaksanaan pilbup cidera oleh sebab kualitas atau pelanggaran, maka pesta demokrasi itu membawa cacat bawaan, meski secara regulasi tetap sah,” katanya.

Hanya saja, yang mengemuka kemudian kemenangan yang diperoleh dengan meninggalkan catatan kecurangan. Itu yang menjadi pemicu dari ketidakpuasan kelompok yang kalah. Saat ini, pihaknya baru melihat manfaat dan kerugian atas upaya hukum terkait hal itu.

”Gugatan itu merupakan hak yang diakomodasi oleh aturan main dalam pilbup,” jelasnya.
Sementara itu, Agus Sunarto dari Telaah Aksi untuk Penyelamatan Alam dan Kebudayaan (Tapak), mengaku gugatan itu menjadi sebuah kenyataan yang tidak diinginkan bersama. Masalah itu dapat dipicu, karena semua tidak berjalan sesuai koridor yang telah digariskan.

Legawa

Ketua Aliansi Ummat Islam (AUI) Slamet Riyadi menyatakan keinginan sejumlah kalangan yang mengingingkan pilbup ulang dinilai sebagai sebuah penghianatan atas suara rakyat Kudus. Pihaknya sangat menentang rencana itu. Saat ini, yang lebih penting bekerja dan tidak berpolemik.
”Tidak perlu saling hujat dan mementingkan ego sendiri, tetapi lebih memperhatikan kepentingan masyarakat Kudus,” paparnya.

Adapun Koordinator Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM), Kholid Mawardi menyatakan seharusnya para elit politik tidak galau saat memutuskan terjun mengikuti pesta demokrasi. Artinya, mereka harus siap menang, tetapi jelas wajib siap untuk kalah. Intinya, semua pihak diminta bersikap legawa dan menerima hasil pilbup. ”Kalau ada kecurangan, tinggal laporkan saja karena sudah ada mekanismenya,” tandasnya. (H8-32,47)

Sumber :  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/06/05/226818/Semua-Ditentukan-Putusan-MK
About these ads

5 Juni 2013 - Posted by | KUDUS

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: