KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Dana Digelembungkan lalu Dibagi – Modus Korupsi DAK Pendidikan


SUARA MERDEKA – Jum’at, 31 Mei 2013

SEMARANG – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun 2010. Korupsi pada alokasi dana pengadaan buku dan alat peraga pendidikan itu diduga terjadi di sebagian besar kabupaten di Jawa Tengah.

”Ada banyak (korupsi- red) itu di kabupaten-kabupaten. Berdasarkan petunjuk pimpinan, kami mempelajari modus korupsi DAK pendidikan yang terjadi di Kabupaten Rembang. Dan ternyata juga terjadi di wilayah lain,” kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Wilhelmus Lingitubun kemarin.

Saat ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sudah menyidik korupsi DAK di Kabupaten Banjarnegara, Batang, Blora, Demak dan Brebes. Hal itu juga dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Rembang, Mungkid Kabupaten Magelang, dan Purbalingga.

Modus korupsi yang dilakukan nyaris sama di berbagai daerah itu. Yakni adanya penggelembungan harga, dan hasilnya dibagi-bagi. Pelaksanaan kegiatan juga terlambat. Sedianya dilaksanakan tahun 2010, namun tahun 2011 dan 2012 baru dilaksanakan. ”Beberapa daerah lain sudah diselidiki Kejati dan akan naik ke tingkat penyidikan pekan depan,” tandas Wilhelmus.

Sebanyak 15 orang diduga terlibat dalam kasus ini. Sebelas di antaranya adalah pejabat Dinas Pendidikan di daerah-daerah tersebut, sisanya merupakan rekanan pelaksana proyek dan broker. Ada dua orang yang sedang disidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Pengawasan

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta penyidikan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus alat peraga pendidikan dilakukan secara maksimal. Jika ditemukan bukti, siapa pun pejabat yang terlibat harus dihukum berat.

”Semua pihak ikut prosedur saja, kalau terbukti ya tegakkan hukum. Penegak hukum harus maksimal mengusut kasus itu,” kata Bibit, usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, Kamis (30/5).

Bibit mengaku belum tahu detil kasus tersebut. Tapi tindak pidana korupsi menurutnya tidak bisa ditolerir, apalagi menyangkut dana pendidikan siswa. Ia mempersilakan Kejati Jateng untuk mengusutnya sampai tuntas.

”Mangga saja, jangan ragu, diusut lebih lanjut,” tegasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv meminta para pejabat di daerah untuk berhati-hati dalam menggunakan dana alokasi khusus. Anggaran dari pusat itu harus dipergunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan, bukan memenuhi kebutuhan pejabatnya sendiri. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Drs Nur Hadi Amiyanto Med tidak bersedia berkomentar.  (H89,H86,H41,K3-80)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/05/31/226361/Dana-Digelembungkan-lalu-Dibagi

About these ads

31 Mei 2013 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: