KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Aset Rp 26,2 M Milik Tersangka Kasus BNI Disita


TEMPO.CO – JUM’AT, 03 MEI 2013

Aset Rp 26,2 M Milik Tersangka Kasus BNI Disita  

TEMPO/Imam Yunni

TEMPO.COMakassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat menyita aset milik Direktur PT Prima Kinerja Putra Lestari Mandiri, Dede Tasno, senilai Rp 26,6 miliar. Dede Tasno merupakan tersangka perkara kredit fiktif Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Parepare. Kata juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi, aset itu tak berbentuk uang.

“Beberapa aset disita berupa apartemen dan rumah pribadi di Jakarta dan Bandung,” kata Endi, Jumat, 3 Mei 2013. “Ada juga sebidang tanah dan bangunan pabrik di Bulukumba.”

Menurut Endi, sebagian kekayaan itu diduga dari hasil korupsi berkaitan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang yang dikenakan kepada tersangka. Dede sendiri belum bisa dimintai konfirmasi karena ia ditahan di Markas Polda Sulawesi Selatan sejak Februari 2013.

Selain Dede, tim penyidik juga menelusuri harta kekayaan mantan Wakil Direktur BNI Parepare, Supatmo. “Kalau terbukti dari hasil pencucian uang, semua akan kami sita demi kepentingan penyelidikan,” ujar Endi.

Kasus kredit fiktif ini telah menjegal empat tersangka. Selain Dede dan Supatmo, tersangka lain: Direktur CV Ainul Hikmah, Amirudin, dan karyawannya, Rudi Somali.

Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka bersekongkol memuluskan pencairan dana segar senilai Rp 46,7 miliar. Modusnya, mereka membuat dokumen fiktif dengan dalih anggaran akan diperuntukkan bagi 100 petani Desa Maroangin, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, tahun anggaran 2011. Dalam dokumen, setiap petani, yang rata-rata memiliki lahan perkebunan kayu seluas 50 hektare, disebutkan berhak mendapat Rp 440 juta untuk pemeliharaan.

Untuk itu, para petani hanya perlu memberikan fotokopi kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Terkait urusan surat keterangan usaha, keterangan laporan wajib pajak, dan luas lahan, ditangani langsung oleh BNI Cabang Parepare dan CV Ainul Hikmah. Kongkalikong terkuak ketika petani Kecamatan Maroanging, yang masuk daftar penerima kredit, tak pernah mendapatkan dana itu. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan, kerugian kredit fiktif ini mencapai Rp 46,7 miliar.

IRFAN ABDUL GANI

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/05/03/058477776/Aset-Rp-262-M-Milik-Tersangka-Kasus-BNI-Disita

About these ads

16 Mei 2013 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: