KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Polri Tunggu Laporan Istri Pertama Djoko


SUARA MERDEKA – Sabtu, 02 Maret 2013

JAKARTA – Mabes Polri menunggu laporan dari istri pertama Irjen Djoko Susilo, setelah bekas kepala Korps Lalu Lintas Polri itu diketahui memiliki tiga istri. Djoko bisa diproses hukum lagi karena sebagai anggota Polri mempunyai istri lebih dari satu dan tidak melapor ke pimpinannya.

”Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari istri pertamanya. Kami masih menunggu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jumat (1/3).

Boy mengatakan, pihaknya akan memproses kasus pernikahan Djoko setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai menyidiknya dalam kasus korupsi proyek simulator kemudi motor dan mobil untuk ujian SIM di Korlantas Polri.

”Kasus masih berjalan di KPK, kami menunggu selesai, baru (Djoko) akan menjalani sidang etik di sini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, tiga istri Djoko bernama Suratmi, Mahdiana, dan Dipta Anindita. Djoko diduga menikahi istri kedua dan ketiganya dengan status palsu. Ia menggunakan KTP dengan status jejaka. Padahal dia telah menikah dengan Suratmi.

Panggil Kapolda

Sementara itu, kemarin KPK kembali me­manggil Kapolda Sumatera Barat Brigjen Wahyu Indra Pramugari dalam penyi­dikan kasus simulator SIM tahun 2011. Se­belum­nya, Wahyu menjalani pemeriksaan pada Selasa (19/2).

”Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DS (Djoko Susilo),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Infor­ma­si KPK Priharsa Nugraha.

Dalam kasus pencucian uang yang diduga dilakukan Djoko Susilo, KPK kembali memeriksa Dipta Anindita. Dia masih diperiksa sebagai saksi.

Mengenakan baju kuning dan jilbab ungu, Dipta memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00. Dia tidak berkomentar tentang pemeriksaannya kali ini. Saksi lain yang juga dipanggil kemarin adalah Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abad (CMMA) Budi Susanto.

Seperti halnya Djoko Susilo, Budi juga telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK juga menetapkan mantan wakil kepala Korlantas Polri Brigjen Didik Purnomo dan

Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang.

Mereka dijerat dengan pasal penyalahgunaan kewenangan yang menimbulkan kerugian negara Rp 90 miliar hingga Rp 100 miliar. PT CMMA diduga membeli barang dari PT ITI sekitar Rp 90 miliar, sementara nilai proyek yang lelangnya dimenangi perusahaan Budi Rp 196,8 miliar. Dalam kasus pencucian uang, KPK menduga Djoko sengaja mengubah, menyamarkan, menyembunyikan aset yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Ia dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (K24,J13-59)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/03/02/217075/Polri-Tunggu-Laporan-Istri-Pertama-Djoko

About these ads

5 Maret 2013 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: