KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Staf BPR BKK Wonosalam Tersangka


SUARA MERDEKA – Kamis, 21 Februari 2013

  • Kredit Fiktif Rp 6,3 Miliar
DEMAK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak meningkatkan status kasus dugaan korupsi kredit fiktif PD BPR BKK Demak Cabang Wonosalam menjadi penyidikan.  Dalam perkara ini, salah satu staf BPR, St (35), ditetapkan sebagai tersangka.

’’Sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan per 31 Januari. Nilai kerugian mencapai Rp 6,3 miliar,’’ ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Demak, Zairida, didampingi Kasi Pidsus, Dafit Supriyanto, kemarin.

Menurut Zairida, dari hasil pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) muncul dugaan kuat adanya pelanggaran pidana, yakni penyimpangan penyaluran kredit. Audit sudah dilakukan, baik dari internal kejaksaan maupun akuntan publik.

Untuk sementara, baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka bertambah karena kasus itu masih dalam pengembangan.
Dafit menambahkan, ada dua modus yang digunakan tersangka dalam menyalurkan kredit fiktif tersebut.
Pertama, tersangka meminjam nama orang lain diatasnamakan sebagai debitur. Tersangka hanya memberi fee sekitar Rp 100.000 pada pemilik nama tersebut.

’’Modus tersebut, disebut dengan topengan,’’ katanya.
Adapun modus kedua, tersangka diduga ndompleng pada debitur yang benar-benar melakukan pinjaman.
Sedikitnya, 347 debitur berhasill difiktifkan oleh tersangka. Nilai pinjaman fiktif yang disalurkan antara Rp 20 juta-Rp 25 juta.

Sejak 2010

Mayoritas kredit fiktif yang disalurkan adalah pinjaman pada sektor pertanian. Tersangka memanfaatkan celah persyaratan kredit musiman.
Angsuran bunga kredit tersebut lancar dibayarkan tersangka setiap bulan.

’’Tersangka rutin membayarkan bunga, bahkan pinjaman (fiktif) itu masih bisa diperpanjang. Sebab, tersangka membayar angsuran pokok plus bunganya pada saat perpanjangan,’’ terangnya.
Adapun praktik penyaluran kredit fiktif itu berlangsung sejak 2010 sampai Oktober 2012. Sejauh ini, pemeriksaan sudah dilakukan pada jajaran direksi dan pengurus PD BPR BKK.

Senin (25/2) depan, pihaknya akan memanggil Dewan Pengawas dari Provinsi.
Tersangka yang berdomisili di Dempet, akan diperiksa minggu depan.
’’Kami sudah melakukan penyitaan dokumen seperti slip penyaluran kredit. Keberadaan tersangka memang belum diketahui, tapi kami masih menunggu ada iktikad untuk datang memenuhi panggilan kami,’’ tukasnya.  (J9-64)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/02/21/215928/Staf-BPR-BKK-Wonosalam-Tersangka
About these ads

21 Februari 2013 - Posted by | DEMAK

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: