KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Mengurus Korupsi Kerjaan Orang Tak Punya Kerjaan


RADAR SEMARANG – Rabu, 13 Februari 2013

Lebih Dekat dengan Koordinator KP2KKN Jawa Tengah Oly Viana Agustine

Untuk kali pertama, LSM penggiat anti korupsi Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah dipimpin oleh perempuan. Masih muda dan berani. Siapa dia ?

Budi Setyawan, Lempongsari

Bergabung dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang giat dalam pemberantasan korupsi bukanlah hal mudah. Itulah yang dialami Oly Viana Agustine selama bergabung dengan KP2KKN Jateng. Banyak hambatan yang datang, utamanya anggapan miring masyarakat tentang LSM yang kerap dikonotasikan negatif.

Selain itu tekanan dari berbagai pihak yang memiliki kekuasaan dan kewenangan juga tak kalah hebatnya. Wajar jika hanya sedikit LSM antikorupsi mampu mempertahankan integritas dari berbagai macam macam godaan.

Itulah pengakuan Oly yang baru didapuk sebagai koordinator KP2KKN pada 2 februari lalu menggantikan Windy Setyawan Putra. Pilihan bergabung dengan KP2KKN karena keinginannya untuk terus memegang teguh prinsip anti korupsi.

Darah kelahiran Sragen, 6 November 1988 ini beranggapan jika korupsi adalah kejahatan yang lebih mematikan dibanding pembunuhan, terorisme maupun peperangan.  “Sebab korupsi adalah kejahatan yang merugikan seluruh kalangan masyarakat, “katanya, kepada Radar Semarang.

Korupsi, ujar oly membuat orang sakit menjadi lebih sakit, orang bodoh semakin bodoh, miskin semakin miskin dan pembangunan daerah terlambat. Sebab dana yang sedianya untuk rakyat, tidak tersalurkan dengan benar karena dikorupsi.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponogoro (Undip) itu mencontohkan, banyak orang yang tidak bisa mengenyam pendidikan dan tidak bisa mendapatkan kesehatan yang layak, sehingga banyak masyarakat yang tetap bodoh dan sakit-sakitan. “Dari itulah, saya bergabung dengan KP2KKN, meski banyak masyarakat menganggap bahwa LSM antikorupsi itu hanya kerjaan orang-orang yang kurang kerjaan” tandasnya.

Oly bergabung dengan KP2KKN sejak Agustus 2011 sebagai anggota biasa. Tahun berikutnya ia diberi amanah menjadi Kordinator Divisi Korupsi Pelayanan Publik. Banyak kasus yang coba dia ungkap ke publik. Diantaranya kejanggalan penerimaan peserta didik baru (PPDB), ujian nasional dan dana penyaluran dana BOS di sejumlah sekolah di Kota Semarang.

“Memberantas korupsi bukanlah hal mudah, tidak bisa dilakukan sendiri. Di KP2KKN ini saya menemukan banyak teman yang satu ideologi dengan saya, makanya saya gabung dengan KP2KKN”, tambahnya.

Mahasiswa program pascasarjana Ilmu hukum Undip ini mengaku ketika belajar hukum antara teori dan praktek ternyata sangat jauh berbeda. Bedanya secara teori gampang, sedangkan di lapangan berbeda. Butuh investigasi dan kehati-hatian dalam mengungkap satu korupsi kata dia.

Hambatannya adalah kasus korupsi selalu banyak tekanan sebab musuhnya rata-rata orang punya uang dan kekuasaan. Masih ditambah lagi anggapan masyarakat bahwa kejahatan korupsi adalah hal wajar alias sebelah mata saja. Tapi bagi Oly hal itu tidak masalah, justru anggapan miring itu ia jadikan pelecut semangat untuk konsisten terhadap pemberantasan korupsi. (*/ton/ce 1)

About these ads

14 Februari 2013 - Posted by | KP2KKN DALAM BERITA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: