KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Pembobolan Bank Jateng Rp 39 M: Yanuelva Dilepas Hakim


SUARA MERDEKA – Kamis, 01 Maret 2012

SEMARANG- Terdakwa kasus pembobolan Bank Jateng Cabang Semarang dan Bank Jateng Syariah (BJS) Semarang, Yanuelva Etliana dilepaskan dari tahanan.

Hal itu termuat dalam putusan sela majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (29/2). Majelis hakim yang diketuai Lilik Nuraini memutuskan untuk menerima keberatan terdakwa dan menolak dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

’’Memerintahkan untuk mengeluarkan terdakwa Yanuelva Etliana dari tahanan,’’ kata Hakim Lilik didampingi anggota majelis hakim, Asmadinata dan Kartini Marpaung.

Majelis hakim mempersoalkan bentuk dakwaan jaksa yang disusun secara kumulatif. Dakwaan kesatu untuk kasus di Bank Jateng Cabang Semarang, berisi subsideritas Pasal 2 (primer) dan Pasal 3 (subsider) UU 31/1999 yang diperbarui dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dakwaan kedua Yanuelva bersisi jeratan untuk kasus di BJS Semarang. Dakwaan kedua terdiri dari subsideritas seperti dakwaan kesatu.

Menurut hakim, bentuk dakwaan seperti itu tidak bisa digunakan. Hakim menyatakan, seharusnya jaksa menggunakan Pasal 65 KUHP.

Ayat 1 Pasal 65 KUHP menyatakan, dalam hal perbarengan beberapa perbuatan harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri, sehingga merupakan beberapa kejahatan.

Sementara perbuatan yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis, maka dijatuhkan hanya satu pidana.

Jaminan Palsu

Yanuelva ditahan sejak 22 Agustus 2011 atas tuduhan pengajuan kredit menggunakan jaminan sejumlah Surat Perjanjian Pekerjaan (SPP) dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) palsu. Ada 24 SPP dan 24 SPMK BPBD yang diajukan sebagai jaminan kredit di Bank Jateng Cabang Semarang.

Yanuelva yang juga Direktur CV Enhat meminjam 24 CV lain dalam pengajuan kredit tersebut. Selain BPBD, instansi lain adalah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jateng sebanyak 27 SPP dan 27 SPMK.

Selain itu, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Semarang sebanyak 25 SPP dan SPMK, Bagian Otonomi Daerah  (OTDA) Setda Semarang sebanyak 18 SPP dan SPMK.

Seluruhnya berisi proyek yang kenyataanya tidak benar. Namun Bank Jateng Cabang Semarang mengucurkan kredit sebesar Rp 14,35 miliar.

Modus yang sama digunakan Yanuelva di BJS Syariah hingga mengucur pinjaman Rp 29,5 miliar. Namun, pengembalian kredit itu macet.

Di Bank Jateng Cabang Semarang, Yanuelva menyisakan pinjaman Rp 13,8 miliar. Sementara di BJS Semarang sebesar Rp 25,2 miliar. Atas putusan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana melakukan perlawanan (verzet).

’’Kami akan melakukan perlawanan. Namun, kami juga harus melaksanakan putusan hakim perihal mengeluarkan terdakwa dari tahanan. Untuk itu, lebih dulu kami harus memegang putusan hakim,’’ terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Semarang Ranu Mihardja.

Hingga berita ini diturunkan semalam, Kejari Semarang yang mengkoordinasi tim JPU kasus Yanuelva, belum menerima putusan hakim.

Diketahui, setelah pembacaan dakwaan dalam sidang 7 Februari 2011 lalu, Yanuelva tidak menyatakan keberatan. Hakim lantas mengagendakan persidangan selanjutnya dengan pemeriksaan saksi.

Saat JPU sudah membawa dua saksi, justru pihak Yanuelva menyatakan keberatan atas dakwaan itu, hingga akhirnya keberatan tersebut diterima hakim.

Kuasa hukum Yanuelva, Ahmad Hadi Prayitno menyatakan, setidaknya dalam waktu satu kali 24 jam, jaksa harus melaksanakan putusan hakim untuk mengeluarkan kliennya.

’’Pada dasarnya kami sepakat dengan pemberantasan korupsi. Namun harus ditekankan azas praduga tak bersalah. Tidak semua yang disidang itu bersalah, belum tentu. Semua tergantung pembuktian,’’ terang Ahmad. (H89-71)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/03/01/178890/Yanuelva-Dilepas-Hakim
About these ads

1 Maret 2012 - Posted by | SEMARANG, SEPUTAR JAWA TENGAH - PROV. JATENG

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: