KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Masih Ditemukan Pungutan di Kantor Perizinan


KORAN TEMPO – Rabu, 18 Januari 2012

MAKASSAR — Hasil survei yang dilakukan oleh Yayasan Adil Sejahtera (YAS) menemukan masih adanya pungutan atau retribusi di Kantor Pelayanan Administrasi Perizinan (KPAP) Kota Makassar. Manajer proyek YAS, Ismu Iskandar, mengatakan berdasarkan survei, masih ada sebagian kecil responden yang menyerahkan biaya tambahan kepada petugas.

“Hasil temuan ini berdasarkan survei yang kami laksanakan setahun,” katanya kemarin.

Ismu mengungkapkan, survei telah dilakukan sejak tahun lalu dengan melibatkan 150 responden yang pernah mengurus administrasi perizinan di KPAP. Hasilnya, 10 persen di antaranya menyatakan masih mengeluarkan biaya tambahan di luar prosedur saat mengurus administrasi perizinan.

Selain itu, kesimpulan lain yang dihasilkan dari survei adalah masih banyaknya warga yang belum mengetahui prosedur perizinan. Kesimpulan ini, menurut dia, mengindikasikan bahwa KPAP masih kurang dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Di samping itu, sebagian besar masyarakat belum mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa lama proses yang dibutuhkan untuk mengurus perizinan tersebut,” Ismu menuturkan.

Pelaksana harian kepala KPAP Makassar, Muhammad Saad, membantah tudingan adanya pungutan dan retribusi dalam pengurusan izin. “Kalau sesuai dengan prosedur, sudah tidak ada lagi,” ucapnya. Ia berharap pihaknya dilibatkan dalam survei agar bisa mengetahui kekurangan yang masih terjadi dalam pelayanan.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Ismail, mengakui KPAP belum banyak melakukan sosialisasi mengenai prosedur kepada masyarakat. “Jika perlu, siapkan anggaran khusus untuk sosialisasi,” katanya.

Ismail menambahkan, pelayanan perizinan di Makassar harus dipermudah untuk menarik investor. Menurut dia, terjadi peningkatan jumlah izin yang dikeluarkan. Pada 2002, izin yang dikeluarkan mencapai 7.086, pada 2010 menjadi 27.250, dan tahun lalu meningkat menjadi 28 ribu.

Hasil survei tersebut, Ismail menambahkan, perlu disosialisasi dalam lingkup kepegawaian KPAP agar mereka bisa melakukan evaluasi kinerja. Menurut dia, selama ini pelayanan di lingkup pemerintah kota sering kali menimbulkan ketidakpusasan masyarakat, padahal seyogianya tugas pemerintah adalah melayani masyarakat.ANISWATI SYAHRIR

rgia� eiȮ�Y�reast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;color:black’>Unhas, kata dia, dipilih agar ada pencermatan secara objektif mengenai kondisi jembatan. Adapun mengenai keruntuhan tersebut, menurut dia, pemerintah kota telah berupaya maksimal untuk melakukan pengawasan, melalui aparat teknis. “Aparat teknis telah melakukan kegiatan pengawasan sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan,” katanya.

 

Sebelum pengerjaan jembatan dilakukan, Anis menjelaskan, telah ada gambar dan rencana anggaran biaya. Sedangkan mengenai mekanisme, kegiatan pemeliharaan jembatan sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab pelaksana kegiatan hingga masa pemeliharaan berdasarkan kontrak berakhir.

“Kejadian ini adalah hal yang tidak diinginkan, karena itu mekanisme penyelesaiannya juga harus sesuai dengan aturan,” dia menandaskan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar, Muslim, mengatakan jembatan tersebut sudah selesai secara fisik. Hanya, karena masih dalam masa pemeliharaan, masih ada pembenahan-pembenahan di beberapa bagian yang dilakukan oleh kontraktor.

“Saat ini jembatan tersebut memang belum jadi tanggung jawab pemerintah kota,” kata dia.

Muslim mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan ditentukan setelah ada pengkajian. Jembatan itu semula diharapkan menjadi jalan alternatif untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di Jalan Borong Raya.SAHRUL | ANISWATI SYAHRIR

About these ads

18 Januari 2012 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: