KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kasus Korupsi PT Kereta Api Dinyatakan P-21


foto

Ratusan gerbong dan puluhan lokomotif milik PT Kereta pi Indonesia Daerah Operasi V Purwokerto

TEMPO.CO – KAMIS, 29 DESEMBER 2011

 

TEMPO.COBandung - Setelah terkatung-katung selama dua tahun lebih, kasus korupsi PT Kereta Api (Persero), dengan tersangka mantan Direktur Keuangan Achmad Kuntjoro, dinyatakan telah lengkap atau P-21. “Sudah dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Rusli Hedyaman, saat dihubungi Rabu petang, 28 Desember 2011.

Meski begitu, hingga kini, polisi belum melimpahkan tersangka Achmad Kuntjoro maupun barang bukti kasusnya ke Kejaksaan. Alasannya, Rusli masih menunggu berkas tersangka lain kasus ini, yakni mantan Direktur Utama PT Kereta Api, Ronny Wahyudi, dinyatakan P-21 juga oleh Kejaksaan.

“Kabar yang terakhir saya terima, berkas tersangka Ronny rencananya dinyatakan P-21 dalam minggu ini,” ucap Rusli. “Jadi nanti pelimpahan barang bukti berikut tersangka Achmad Kuntjoro dan Ronny Wahyudi dilakukan bersama-sama (ke Kejaksaan),” ujarnya.

Polda Jawa Barat mulai menyidik kasus dugaan korupsi penggunaan dana Rp 100 miliar milik PT Kereta ini pada Agustus 2009. Ahmad Kuntjoro ditetapkan sebagai tersangka pada akhir Oktober. Selang sekitar sebulan, giliran Ronny ditetapkan menjadi tersangka.

Kasusnya bermula ketika dua tersangka meneken kontrak kerja sama antara PT Kereta Api dan PT Optima Kharya Capital Management pada Juni 2008. Isi kontrak adalah PT Kereta Api menanamkan investasi berupa penyertaan dana sebesar Rp 100 miliar untuk ‘diputar’ oleh PT Optima. Atas kerja sama ini, PT Optima menjanjikan keuntungan berupa imbal hasil 11 persen buat PT Kereta Api.

Memang, PT Optima sempat membayarkan keuntungan 11 persen kepada PT Kereta Api hingga bulan Agustus 2008. Namun, sejak kontrak kerja sama itu jatuh tempo pada Desember 2008, PT Optima dinilai tak dapat mengembalikan dana pokok Rp 100 miliar ke PT Kereta Api. Begitupun jaminan PT Optima senilai Rp 120 miliar, yang juga sempat dijanjikan, nyatanya tidak dapat dicairkan dan malah diganti surat pengakuan utang PT Optima ke PT Kereta Api.

ERICK P HARDI

About these ads

29 Desember 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: