KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Pembebasan Lahan Tol Ruas Bawen Disoal


SUARA MERDEKA CyberNews – Selasa, 04 Oktober 2011

Tali Asih Dipotong 60 Persen

Semarang, CyberNews. Perkara hukum dugaan korupsi pembebasan lahan Jalan Tol Semarang-Solo (SS) di Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, belum tuntas. Namun sudah disusul laporan pemotongan dana pembebasan lahan di titik lain dalam proyek yang sama. Kali ini di Desa Kandangan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.

Uang tali asih yang sedianya diterima 87 petani penggarap tanah negara di kawasan tersebut, tak dilaksanakan sesuai perjanjian. Sebelumnya disepakati adanya pemotongan sebesar satu persen dalam pembayaran tali asih. Tali asih itu dihitung berdasarkan harga pembebasan tanah, harga bangunan dan tanaman warga.

Kenyataannya potongan yang diterapkan sangat besar, bahkan mencapai lebih dari 60 persen. Data tersebut dilaporkan oleh Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng ke Kejati Jateng, Selasa (4/10).

Laporan itu berdasar aduan warga setempat kepada KP2KKN. “Besarnya potongan bervariasi tergantung sikap kritis pemilik tanah. Jika pemilik tanah kritis dan berani protes, pemotongannya minimal Rp 100 ribu,” demikian Eko ditemui usai mengajukan berkas laporannya di Kantor Kejati Jalan Pahlawan.

Tapi jika pemilik tanah diam saja, lanjut Eko, potongannya bisa Rp 1 juta hingga puluhan juta.

Eko mencontohkan yang terjadi dengan salah satu warga Dusun Deres, Mutiah. Ia seharusnya menerima tali asih sebesar Rp 37 juta, tapi uangnya dipotong hingga Rp 24 juta dan hanya menerima Rp 13 juta.

Dalam aduannya ke KP2KKN, warga mengatakan pemotongan dilakukan tim pembebasan tanah dan pejabat desa. Berdasar penghitungan lebih lanjut yang dilakukan KP2KKN, untuk Dusun Deres saja jumlah dana tali asih yang terpotong mencapai, Rp 242.090.000.

“Padahal ada tiga dusun di Desa Kandangan yang terkena proyek jalan tol Semarang–Solo itu. Ada Dusun Deres, Ngeneng dan Balekambang,” lanjut Eko. Pihaknya mencatut beberapa pihak dalam laporan tersebut. Diantaranya adalah Kepala Desa Kandangan, Pariyanto dan Tim Pembebasan Tanah di Kandangan, Sadiyo.

Tiga bendel berkas terdiri dari satu bendel cuplikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), satu bendel harga dari tanah dan tanaman, dan satu bendel rekapan yang dibuat oleh masyarakat. Bendel laporan itu diterima Kasi Ekonomi dan Moneter (Ekmon) Intelejen Kejati Jateng, Akhmad Muhdhor didampingi dan Kasi Penerangan Hukum, Eko Suwarni. “Yang jelas kami terima laporannya, lalu akan kami sampaikan kepada atasan,” kata Eko Suwarni.

( Eka Handriana / CN32 / JBSM )

About these ads

4 Oktober 2011 - Posted by | BERITA POLITIK DAN BERITA UMUM, KP2KKN DALAM BERITA, UNGARAN - KAB. SEMARANG

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: