KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Psikologi Korupsi dan Pembentukan Karakter Bangsa


kompasiana.com – 28 September 2010


 

DAHSYAT. Seperti itulah kira-kira kata yang bisa menggambarkan seminar nasional yang saya ikuti tadi pagi jam 9 sampai 12.30. judulnya saja sudah sangat begitu menarik dan tentu saja isinya juga sangat DAHSYAT.

Seminar Nasional “Psikologi Korupsi dan Pembentukan Karakter Bangsa” demikianlah judul seminar nasional ini yang diadakan oleh jurusan saya, Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Dalam seminar kali ini menghadirkan pembicara-pembicara nasional, antara lain pak Eko Haryanto sekretaris KP2KKN Jawa Tengah, pak Dr. Zainal Abidin dosen psikologi UNPAD, pak Edi dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan Dr. Nugroho sebagai moderator.

Semua akan bertanya-tanya apa maksud judul di atas. Apa hubungan psikologi dengan korupsi? Dan apa pengaruhnya dengan pembentukan karakter bangsa? Itulah topik hanta yang dibahas dalam seminar nasional DAHSYAT kali ini.

Pak Zainal membuka seminar dengan topik tentang korupsi dan peran psikologi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Yang paling HEBAT adalah ketika bapak itu mengatakan bahwa ini mungkin seminar dan diskusi pertama di Indonesia yang mengangkat tema yang sangat actual yaitu Psikologi Korupsi

Seminar dimulai dengan latar belakang masalah dimana Indonesia menempati urutan paling wahid Negara terkorup di Asia Pasifik dengan skor 2,8 (2009) dibandingkan dengan skor Denmark (9,4), Finlandia (9,4) dan Negara tetangga Singapura (9,3) menurut TI pada Corruption Perception Index. Di tambah Indonesia sebagai Negara dengan birokrasi terburuk kedua setelah India.

Dampak buruk korupsi sendiri antara lain:

a. Pemiskinan dan penderitaan bagi sebagian besar masyarakat

b. Merusak sistem nilai dan moralitas bangsa

c. Memunculkan ketidakadilan

d. Menimbulkan gejolak sosial seperti Mei 1998.

Oleh karena berdampak sangat buruk dan menyerang semua level dan multi dimensional maka PBB menetapkan korupsi sebagai extraordinary crime, kejahatan yang luar biasa.

Apakah korupsi? Menurut KBBI dan Oxford Dictionary, kata korupsi (corruption) itu sangat bernilai negatif, seperti buruk, rusak, busuk, tidak bermoral, bejat, menyimpang dari kesucian, dan suka memakai barang yang dipercayakan kepadanya. Dari pengertian ini sudah sangat jelas arti korupsi itu sendiri.

Tetapi fakta di Indonesia menurut penelitian pak Zainal, bahwa kata korupsi di Indonesia belum menunjukkan kejijikan seperti artinya sendiri. Kata maling, copet, rampok lebih menacing reaksi cepat masyarakat daripada korupsi. Tak heran kalau korupsi dilakukan secara berjamaah, rame-rame, karena masing-masing tahu, kalau yang lain korupsi maka aku juga harus karena takut dikucilkan dan takut ridak diakui.

Mengapa korupsi bisa terjadi?

Eksternal (poleksosbudhuk)

Budaya (karakter bangsa), sistem nilai masyarakat, sistem politik, sosial dan penegakan hukum

Internal (psikologis)

Sikap, intense, persepsi, gaya hidup (hedonis), kepribadian, mentalitas, karakter individu, grup dan pengaruh ditambah dengan situasional (instutisional) kesempatan, pengawasan/control instutuisional akan menghasilkan TINDAK KORUPSI

Bagaimana psikologi menjelaskan korupsi?

Internal (psikologis)

Sikap, intense, persepsi, gaya hidup (hedonis), kepribadian, mentalitas, karakter individu, grup dan pengaruh

ditambah dengan

situasional (instutisional)

kesempatan, pengawasan/control instutuisional

akan menghasilkan

TINDAK KORUPSI

Bagian internal inilah yang bisa dimasuki oleh dunia psikologi. Mengutip dari penjelasan para nara sumber tadi, bahwa zaman sekarang, setelah korupsi sudah sangat merajalela dan bahkan membudaya, pendekatan hukum tidak cukup lagi untuk membrantas korupsi. Perlu pendekatan baru, yaitu pengembangan sisi kepribadian yang didapat melalui ilmu psikologi.

Pengembangan kepribadian inilah yang diperoleh melalui pengembangan karakter bangsa. Pengertian karakter bangsa mengandung arti:

a. Sifat atau ciri yang melekat pada suatu bangsa

b. Sifat atau ciri itu memiliki kualitas dan integritas moral, dan

c. Memiliki reputasi yang baik karena sifat atau ciri (karakter) itu dari nilai ideal.

Oleh karena itu pendidikan membentuk karakter bangsa harus dimulai sejak dini pendidikan dasar (SD) samapai perguruan tinggi (PT).

Jadi bisa ditarik kesimpulan, psikologi dapat memberi kontribusi langsung dalam memecahkan masalah bangsa ini, khususnya yang berkaitan dengan korupsi melalui kajian, penelitian, pemikiran, dan rekonmendasi, ilmiah. Sejumlah teori psikologi sudah tersedia untuk digunakan dalam rangka melakukan kajian tentang korupsi.

About these ads

26 Agustus 2011 - Posted by | AKTIVITAS KP2KKN, KP2KKN DALAM BERITA

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: