KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kepala BPN Madiun Korupsi Dana Sertifikasi Massal


TEMPOinteraktif.Com – Kamis, 03 Maret 2011

TEMPO Interaktif, MADIUN – Kepala Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Madiun Dwihono Ismu Gunarso, Kamis (3/3), mulai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan dana Proyek Operasional Massal Pertanahan (Prona) tahun 2009.

“Kepala BPN diperiksa sebagai pejabat yang paling bertanggung jawab dalam program Prona. Ada penyimpangan dalam pengelolaan dana Prona yang dibiayai APBN,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Madiun Ninik Mariyanti saat ditemui di kantornya, Kamis petang.

Dwihono sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 Oktober 2010 lalu. Pemeriksaan terhadap Dwihono di ruang Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Madiun masih terus berlangsung hingga Kamis petang.

Ninik belum bersedia menjelaskan bagaimana bentuk penyimpangan pengelolaan dana tersebut. “Bukan mark up, yang jelas ada penyimpangan dalam pengelolaan dananya,” ujarnya.

Menurut Ninik, modus penyimpangan dalam perkara ini berbeda dengan modus yang menyeret tiga kepala desa yang sudah jadi tersangka dan perkaranya tengah disidangkan.

“Modus dalam perkara yang melibatkan kepala desa itu pungutan liar dan tidak ada kerugian negaranya. Tapi yang dilakukan Kepala BPN ada kerugian negera dan tergolong pidana korupsi,” papar Ninik yang pernah menjadi anggota Tim Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Timtastipikor) Kejaksaan Agung.

Perbuatan tersangka melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ihwal jumlah kerugian negara, belum bisa dipastikan. “Kami akan meminta BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) melakukan audit untuk memastikan kerugian negara,” ucap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Madiun Sudarsana.

Di Kabupaten Madiun, jumlah bidang tanah yang masuk Prona tahun 2009 mencapai 6.747 bidang yang tersebar di 28 desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan. Luas seluruhnya 13, 49 juta meter persegi, yang terdiri dari tanah pekarangan maupun tanah pertanian.

Program Prona adalah gratis karena dibiayai APBN 2009 masing-masing Rp 300 ribu per bidang tanah sehingga total anggaran mencapai sekitar Rp 2,02 miliar.

Dwihono membantah BPN tidak melakukan sosialisasi secara maksimal tentang Prona. Ia meluruskan bahwa tidak semua tahapan pengurusan sertfikasi tanah Prona gratis.

Yang dimaksud gratis, menurutnya, adalah mereka tidak menjadi wajib bayar sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2002 yang direvisi PP Nomor 13 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada BPN. “Mulai sosialisai sampai penyerahan sertifikat dibiayai APBN. Tapi penyediaan bukti fisik dan bukti yuridis perolehan tanah tetap jadi tanggungan peserta,” katanya beberapa waktu lalu.

Bukti fisik yang dimaksud seperti patok tanda batas tanah, surat keterangan waris kalau memang tanahnya tanah warisan, surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah, surat pernyataan dari saksi-saksi, materai, dan kebutuhan lainnya yang harus diketahui kepala desa. “Inilah yang mengakibatkan munculnya biaya-biaya diluar yang ditanggung APBN,” urainya.

Ia mengakui pemungutan biaya di luar yang tidak ditanggung APBN sudah terjadi sejak Prona diluncurkan secara nasional tahun 1980. “Sejak 1980 masyarakat dan perangkat desa mengkoordinir sendiri biaya penyediaan bukti fisik dan yuridis tanah, dan tidak ada masalah. Kenapa tahun 2009 dipersoalkan dan kenapa hanya Kabupaten Madiun padahal secara nasional sama,” katanya. ISHOMUDDIN.

About these ads

4 Maret 2011 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: