KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kepala Kemenag Lamongan Ditahan


SEPUTAR INDONESIA – Selasa,  29 Juni 2010

SIDOARJO(SI) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo menahan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan Kusaiyin Wardani,kemarin.

Tersangka diduga terlibat kasus penggelapan dana Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kemenag Sidoarjo. Penahanan terhadap tersangka dilakukan pada saat penyidik Polres Sidoarjo melimpahkan kasus tersebut ke Kejari.Kusaiyin ditahan bersama M Rifai,pensiunan Kemenag yang diduga terlibat dalam kasus yang sama.

Kedua tersangka tiba di Kantor Kejari Sidoarjo sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung diperiksa penyidik. Karena jaksa menetapkan keduanya harus ditahan, tidak lama kemudian keduanya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Delta Sidoarjo. Kedua tersangka berusaha mengelabui wartawan saat akan digiring ke LP.Dengan dibantu petugas Kejari,tersangka berjalan melalui pintu belakang.

Sayangnya,diketahui wartawan dan petugas buruburu menyuruh tersangka masuk ke dalam ruangan lagi. Sekitar 20 menit kedua tersangka berada di dalam ruangan.Tidak lama kemudian, petugas memberi aba-aba kepada tersangka sehingga setengah berlari mereka menuju ke dalam mobil tahanan seraya menutupi mukanya.Kusaiyin melepas baju batik dan menutupkan di kepalanya.

Kusaiyin yang masih menjadi PNS aktif itu bahkan sempat salah masuk ke mobil Dinas Kepala Kejari Sidoarjo.Padahal,sebuah truk tahanan sudah disiapkan di depan mobil dinas tersebut. Setelah diarahkan petugas, dia lantas masuk ke mobil tahanan. Awalnya Kasi Pidum Kejari Sidoarjo Erwin Syah keberatan diwawancarai.

Dia meminta agar mencari jaksa yang menangani kasus itu dengan alasan sedang rapat.Didampingi jaksa Nani Paembonan, Erwin akhirnya memaparkan kasus yang menyeret dua tersangka itu yang terjadi pada 2006. Saat itu,Kusaiyin menjabat Ketua KPRI Depag Sidoarjo, sedangkan Rifai sebagai bendaharanya. Koperasi itu membuat program pembelian tanah kapling untuk anggotanya di Glagaharum,Kecamatan Porong.

Koperasi berhasil menemukan tanah 15.900 meter persegi yang dibeli koperasi seharga Rp30.000/ meter persegi.Namun, dia menjual Rp40.000 per meternya kepada anggota koperasi. Selisih dana itu lantas dinikmati kedua tersangka.Padahal,seharusnya menjadi aset koperasi. Karena itu, mereka dijerat pasal penggelapan. Kasus ini kemudian mencuat dan saat itu Kusaiyin pindah tugas menjadi Kepala Kantor Kemenag Lamongan. Karena kasusnya terjadi di Sidoarjo,maka ditangani Kejari Sidoarjo. (abdul rouf)

About these ads

29 Juni 2010 - Posted by | BERITA KORUPSI NASIONAL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: