KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

KP2KKN: Dewan akal-akalan


Pimpinan DPRD bantah ada dana aspirasi

SOLO POS – Jum’at, 18 Juni 2010

Semarang (Espos) – Pimpinan DPRD Jateng membantah adanya alokasi dana aspirasi Rp 750 juta untuk masing-masing anggota Dewan Jateng pada APBD 2010 perubahan.

“Nilai Rp 750 juta yang muncul di pemberitaan media massa, merupakan asumsi dari anggota Dewan,” kata Wakil Ketua DPRD Jateng Riza Kurniawan kepada wartawan di Gedung Dewan, Jl Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (17/6).

Menurutnya, sesuai ketentuan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, maka di APBD tak mengenal adanya dana aspirasi.

Namun yang ada dana reses anggota Dewan, yakni dana digunakan untuk membantu masyarakat atau konstituen saat melakukan kunjungan lapangan pada saat reses.

Ketentuan ini diatur dalam pasal 74 Tata Tertib (Tatib) DPRD Jateng tahun 2010, tentang tugas anggota Dewan yakni menyerap aspirasi masyarakat pada saat reses.

“Dana reses anggota DPRD Jateng ini, sangat berbeda dengan dana aspirasi anggota DPR pusat yang diusulkan Rp 15 miliar per anggota,” tandas Riza.

Menyiasati

Meski begitu pimpinan Dewan dari PAN ini, menyatakan nominal nilai dana reses anggota DPRD belum muncul dalam pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan plafon prioritas anggaran sementara (PPAS) rancangan APBD Jateng 2011.

Pembahasan KUA dan PPAS antara Badan Anggaran (Banggar) dengan eksekutif yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Hadi Prabowo, berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (16-17/6). “Dalam pembahasan KUA dan PPAS rancangan APBD Jateng 2011 belum muncul nilai dana reses anggota Dewan,” ujarnya.

Dana itu nantinya bisa digunakan untuk bantuan keagamaan, sosial, dan infrastruktur dan lainnya sesuai aspirasi masyarakat kepada anggota Dewan.

Untuk transparansi penggunaan dana itu, Riza meminta agar nantinya disampaikan pada waktu paripurna reses anggota DPRD Jateng. “Jadi nantinya bisa diketahui penggunaan dana tersebut oleh masing-masing anggota Dewan untuk apa saja,” tandasnya.

Terpisah Sekretaris KP2KKN Jateng Eko Haryanto menyatakan, anggota DPRD Jateng hanya mencoba menyiasati dengan menyebut dana reses untuk menghindari kecaman masyarakat. “Ini hanya akal-akalan saja, dana reses itu sama saja dana aspirasi anggota DPRD. Kami tetap menolak,” tandas dia.

Seperti pernah diberitakan DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar), mengusulkan alokasi dana aspirasi senilai Rp 1,5 miliar per anggota Dewan pada APBD perubahan Jateng 2010.

Namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng keberatan, setelah dilakukan negosiasi akhirnya disepakati dana aspirasi setiap anggota Dewan Rp 750 juta.

“Semula dari usulan dana aspirasi anggota Dewan Rp 1,5 miliar, pihak eksekutif hanya menyetujui Rp 500 juta, tapi setelah anggota Banggar mengancam pembahasan APBD perubahan akan deadlock akhirnya eksekutif menyetujui Rp 750 juta,” kata sumber di DPRD Jateng.  - Insetyonoto

About these ads

18 Juni 2010 - Posted by | KP2KKN DALAM BERITA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: