KP2KKN JAWA TENGAH

DEMI ANAK CUCU BERANTAS KORUPSI SEKARANG JUGA

Kepala Bawasda Jadi Tersangka


SEPUTAR INDONESIA – Jum’at, 11 Juni 2010

MAGELANG (SI) – Kejari Kota Magelang menetapkan Kepala Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Kota Magelang Sudijono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat jenis buldoser pada 2006.

Kasus tersebut terjadi pada Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup (DPLH) Kota Magelang. Sudijono dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas penyimpangan proyek senilai Rp1,3 miliar itu. Kepala Kejari (Kajari) Kota Magelang Ahmad Djunaedi kepada harian Seputar Indonesia menuturkan, kasus ini terjadi saat Sudijono menjabat sebagai Kepala DPLH setempat.

“Dalam kegiatan pengadaan barang,semestinya ada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),tapi itu dirangkap oleh yang bersangkutan. Dia tidak melakukan pengecekan apakah barang sudah sesuai atau belum.Kenapa tidak cek? Ini sedang kami dalami unsur KKN-nya,”ujarnya kemarin. Modus penyimpangan, DPLH menerima barang tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Hasil pemeriksaan ahli dari Polines (Politeknik Negeri Semarang) di tahun 2008 memperkuat adanya dugaan penyimpangan,” ungkanya. Polines menyimpulkan buldoser yang diserahkan pemborong merupakan buldoser bekas pakai atau rekondisi dengan pengecatan ulang.

Rekondisi diketahui dari cover pelindung mesin bukan buatan standar pabrik,adanya pengelasan box battery pada operator ceb buldozer, penggantian rangkaian elektrik yang sudah tak berfungsi, terdapatcatkuningyangmenempel di rod piston, pipa hidrolik, selang saluran BBM,panel,plafon operator ceb,serta strip operationceb. Kerugian negara atas penyimpangan tersebut ditaksir mencapai Rp300 juta.

“Tapi untuk kepastian kerugian negaranya kami telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP),”kata dia. Terkait unsur KKN, lanjut Ahmad, dari keterangan anggota tim lelang diketahui Sudijono ditengarai melakukan permainan agar pengadaan alat berat dikerjakan oleh PT Hidup Indah Abadi (HIA).

“PT HIA ini sesuai keterangan anggota tim lelang merupakan perusahaan yang dibawa oleh salah satu pejabat penting di Kota Magelang. Ini yang sedang kami dalami alat buktinya.” Karena itu,pascapenetapan tersangka Sudijono, penyidik Kejari Kota Magelang akan mengembangkan ke tersangka lain,yakni pejabat yang merekomendasikan PT HIA.

Termasuk pejabat internal DPLH yang duduk di kepanitiaan penerimaan barang. Sudijono yang dikonfirmasi mengaku belum tahu penetapan dirinya sebagai tersangka. Selaku Kepala DPLH saat itu, dia tidak tahumenahu persoalan teknis barang.

Alasannya, hal itu menjadi kewenangan dari panitia penerima barang.“ Dalam pengadaan barang,saya tidak pernah intervensi kerja panitia. Jadi,saya tidak tahu bagaimana barangnya. Itu tanggung jawab panitia penerima barang,”ucapnya. (agus joko)

About these ads

11 Juni 2010 - Posted by | MAGELANG

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: